Adalah Komisi Pengawas Persaingan Usaha dan Perlindungan Konsumen Australia/Australian Competition and Consumer Comission (ACCC) yang menuding Toyota telah membohongi konsumennya soal interior kulit.
Kasus ini sebenarnya bukan kasus yang terjadi pada mobil baru. Melainkan mobil model lama. Bahan kulit palsu sebenarnya hal yang wajar, tetapi seperti dilansir stuff.co.nz, Toyota dalam berbagai iklannya menyebutkan mobil antara tahun 2005-2009 menggunakan kulit pada interiornya, padahal tidak semua mobil 'berkulit'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toyota sebenarnya sudah mengganti bahasa marketing mobilnya di 2009 dari 'all leather' menjadi 'leather accented' dan 'leather accents' namun hal itu tidak cukup untuk ACCC.
Toyota pun mengeluarkan pernyataan maaf karena telah menyesatkan setiap pelanggan dan akan menawarkan diskon hingga AUD 200 untuk setiap pelanggan yang terpengaruh karena masalah kulit pada pembelian berikutnya mereka dari Toyota.
Toyota mengakui bahan sintetis banyak digunakan di interior mobil terutama bagian yang lebih rentan mengalami keausan, seperti bagian belakang kursi dan door trim. Penggunaan bahan ini untuk mempermudah pembersihan kembali.
Isu kulit asli dan palsu ini telah menjadi perdebatan di industri mobil karena produsen mobil ingin mengurangi biaya produksi.
Di sisi lain, pabrikan mobil mewah seperti Rolls-Royce, Bentley, Ferrari dan lain-lain masih menggunakan kulit asli untuk semua model.
Merek mobil mewah mainstream seperti Mercedes-Benz, BMW dan Audi kini sudah mengandalkan kulit palsu, dan mereka menggunakan nama merek yang menarik untuk kulit buatan itu.
Mercedes-Benz, misalnya, memiliki Artico untuk kulit buatan manusia, sementara BMW memiliki istilah Sensatec.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri