Diprediksi kebijakan ini akan mengurangi dominasi produsen-produsen mobil Jepang di kawasan ASEAN dan menciptakan situasi persaingan yang lebih seimbang.
Dushyant Sinha, Principal Consultant, Automotive & Transportation Practice - Asia Pacific, Frost & Sullivan mengatakan bahwa pemain Jepang yang lebih kecil seperti Suzuki, Mitsubishi, Isuzu dan beberapa pendatang baru akan memperoleh banyak manfaat dari pelaksanaan AEC, dimana situasi persaingan yang lebih seimbang akan mempermudah mereka untuk memperluas eksistensi mereka dan menantang pemain-pemain pasar yang telah mapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analisis terbaru dari Frost & Sullivan bertajuk 'Strategic Growth Opportunities from AEC Implementation and New Government Policies in ASEAN' menunjukkan bahwa realitas pasar dan persepsi terhadap ancaman eksistensial merupakan faktor pendorong terbesar untuk integrasi AEC.
Namun, Dushyant mengungkapkan bahwa luasnya cakupan dan kompleksitas isu yang beredar menimbulkan kecenderungan kuat akan ditundanya penerapan dari beberapa elemen AEC menjelang tahun 2014.
Dia mencatat bahwa Indonesia, Thailand dan Malaysia merupakan pasar otomotif utama di ASEAN dan menguasai 89 persen dari pasar mobil penumpang.
"Akan tetapi, di tingkat global, baik Indonesia, Thailand dan Malaysia tidak termasuk dalam daftar posisi 15 tertinggi pasar mobil penumpang," tambahnya.
Dia mengatakan bahwa negara-negara BRIC jauh lebih besar dari pemain utama pasar ASEAN dalam hal volume industri, dan mereka cenderung lebih agresif dalam hal investasi di sektor otomotif.
Dia menambahkan bahwa sebagai satu pasar, saat ini ASEAN berada di puncak fase pertumbuhan yang tinggi, bersama dengan pasar-pasar kawasan BRIC.
"Rendahnya tingkat motorisasi di ASEAN mengindikasikan potensi pertumbuhan yang kuat, sedangkan pasar kendaraan di Eropa Barat dan Amerika Utara dengan tingkat motorisasi yang tinggi mewakili pasar pengganti yang sudah jenuh,β kata Dushyant.
Dia menambahkan bahwa pasar BRIC, dipimpin oleh China dan India merupakan pesaing terbesar bagi ASEAN dalam hal pasar dan investasi. Daya tarik mereka diukur dari ukuran pasar dan kekuatan ekonomi yang lebih besar. Sebagai pasar yang terintegrasi, ASEAN akan lebih kompetitif dan menjadi pesaing yang lebih mumpuni untuk ekonomi BRIC, ia menambahkan.
"Pasar-pasar yang lebih kecil, dengan sektor otomotif mereka masing-masing, akan terus dibayangi oleh isu-isu terkait produktivitas dan efisiensi. Integrasi sektor akan menghasilkan skala ekonomi, yang pada gilirannya akan berperan dalam upaya pengurangan biaya dan peningkatan daya saing," tambahnya.
Dushyant juga mengatakan bahwa sifat padat modal dari sektor otomotif, ditambah dengan persaingan yang semakin ketat, akan mendorong peningkatan investasi, baik dari segi teknis maupun keuangan, bagi industri lokal untuk tetap kompetitif dan relevan secara global,
Dia menambahkan bahwa sektor otomotif yang terintegrasi akan meningkatkan daya tarik ASEAN sebagai tujuan investasi dan membantu para pemain lokal - yang terkendala oleh terbatasnya sumber daya - untuk bertahan.
Di sisi lain, Dushyant mengatakan bahwa tekanan politik, ditambah dengan pembangunan yang tidak merata merupakan penghambat utama implementasi AEC. OEM-OEM lokal akan merasa sulit untuk mempertahankan posisi mereka dan diperkirakan akan terjadi beberapa konsolidasi pasar.
Dia menambahkan bahwa OEM-OEM dan para pemasok otomotif harus fokus pada peningkatan nilai dan mengurangi biaya sistem keselamatan.
Dushyant mengatakan bahwa dalam rantai nilai otomotif, secara keseluruhan para pemasok akan βterlindungiβ dengan lebih baik dari dampak AEC karena mereka memiliki pangsa pasar klien yang lebih banyak untuk bisnis OE mereka dan juga banyaknya peluang di segmen aftermarket.
Dia mengatakan bahwa dibawah penerapan AEC yang optimal, perubahan struktural kemungkinan besar akan terjadi pada sektor otomotif. "Pemain lokal, baik OEM maupun pemasok, adalah entiti yang akan paling banyak merugi. Secara keseluruhan, konsentrasi pasar diprediksi akan menurun, "tambahnya.
Dia memprediksi bahwa di bawah penerapan AEC, Indonesia akan lebih mengkapitalisasikan pasarnya yang besar dan tumbuh dengan pesat serta rendahnya biaya tenaga kerja.
Dia mengatakan bahwa manufaktur lokal otomotif Indonesia tampaknya akan mengalami lompatan besar seiring dengan semakin menariknya posisi Indonesia sebagai pusat kawasan untuk produksi.
"Akan ada peningkatan aktivitas persaingan seiring dengan semakin menariknya Indonesia dalam hal ukuran pasar yang besar, biaya yang rendah dan terbukanya akses regional," ia memprediksi.
Dia menambahkan bahwa peningkatan jumlah dealer juga akan terjadi seiring dengan masuknya pemain-pemain baru yang mampu mengatasi kompleksitas geografis pasar.
"Tingkat ekspor diperkirakan akan tumbuh karena AEC dan FTA akan mempermudah para OEM untuk mendirikan basis perakitan dan memasok ke pasar lain," katanya.
Dia juga mengatakan bahwa basis vendor yang relatif 'belum berkembang' kemungkinan akan mendapatkan dorongan seiring dengan masuknya OEM ke Indonesia dan melayani wilayah tersebut.
Dushyant juga memprediksi bahwa ekspor kendaraan Thailand akan lebih berkembang di dalam dan di luar kawasan ASEAN. Dia mengatakan, Thailand memiliki jaringan pemasok yang paling maju di wilayah ini dan kemungkinan akan tetap dalam kondisi yang sama dibawah naungan AEC.
"Namun, AEC tampaknya kurang menguntungkan untuk sektor otomotif Malaysia, karena dominasi pemain nasional akan berada di bawah tekanan dan efeknya akan mempengaruhi seluruh rantai nilai," tambahnya.
Dushyant mengatakan bahwa konsentrasi pasar di Malaysia cenderung meningkat seiring dengan masuknya pemain baru ke pasar dan menantang dominasi Proton & Perodua.
Dia menambahkan bahwa dealer-dealer akan bertambah seiring dengan pendatang baru yang masuk dan mencoba untuk meningkatkan eksistensi mereka. "Implementasi AEC akan menyulitkan para pemain lokal dan lemahnya daya saing mereka akan cenderung meredam tingkat ekspor," katanya.
Dushyant juga memperkirakan vendor-vendor lokal, yang memasok para produsen mobil nasional secara eksklusif, akan menghadapi kesulitan dalam menghadapi turunnya permintaan terhadap OE.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun