Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) G. S. Indraprahasta menuturkan kalau regulasi yang dibuat pemerintah tidak ditujukan untuk pengembangan mobil nasional.
"Visi pemerintah bukan pada mobnas, tapi menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi komponen, visinya ke sana. Jadi dukungan pemerintah termasuk minim," katanya di Gedung LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah memang mempunyai inisiatif, namun masih berserakan. Dukungan penerintah juga hanya merupakan dukungan formalitas tanpa adanya suatu policy action," lanjutnya.
Untuk itu, Indraprahasta pun berharap kalau pemerintah mau menumbuhkan industri otomotif tanpa mendiskriminasikan secara khusus siapa produsen otomotif asing maupun lokal agar tidak hanya produsen mobil asing saja yang hanya menikmati berbagai fasilitas kebijakan industri otomotif yang pemerintah keluarkan.
"Meskipun masih diwarnai oleh berbagai kelemahan teknis, beberapa cikal bakal mobil nasional telah berhasil dibuat secara mandiri oleh berbagai pihak. Ini harus didukung," lugasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina
Dulu Laku Ribuan Sebulan, Penjualan BYD Atto 1 Tiba-tiba Cuma 26 Unit
Isi Garasi Menteri Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 6 Triliun