Proton mengatakan kalau Bahar telah menghabiskan banyak dana dari Lotus, merek mobil mewah Inggris yang dimiliki Proton. Kehidupan mewah Bahar dianggap membuat pendapatan Lotus tergerus. Sebab biaya seperti supir, sewa helikopter dan 10 jam tangan mewah yang digunakan Bahar dibayarkan oleh Lotus.
Dalam pembelaannya di pengadilan, Proton seperti dilansir AutoNews, mengatakan kalau Lotus harus menutup pengeluaran hingga 2,5 juta pounds atau sekitar Rp 38,4 miliar untuk menanggung gaya hidup Bahar diluar gaji dan bonus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lotus sendiri memang sudah menjadi kontroversi di Proton. Bukan apa-apa, karena Lotus diperkirakan tidak akan memberi keuntungan untuk Proton sejak dibeli pada 1996 hingga 2014 nanti.
Lotus yang dahulu mobilnya digunakan oleh James Bond ini dibeli oleh Proton sejak tahun 1996. Tapi sejak itu hingga saat ini, Lotus tidaklah memberi keuntungan finansial bagi Proton bahkan hingga tahun 2014 mendatang.
Hingga saat ini penjualan mobil Lotus belumlah membaik. Di tanah kelahirannya, Inggris, hanya ada 118 mobil Lotus yang terjual selama sembilan bulan pertama tahun ini. Dan hanya 700 mobil lain di ekspor ke berbagai negara.
Untuk meningkatkan penjualan Bahar sebenarnya memiliki rencana ambisius untuk produsen mobil sport Inggris itu. Dalam upaya untuk memperluas daya tarik Lotus, Bahar memperlihatkan enam mobil konsep di Paris pada 2010 yang dikatakannya akan segera masuk dapur produksi dan akan dikeluarkan Lotus dalam 5 tahun kedepan.
Dia juga berniat memoles Lotus dengan mendekatkan merek ini ke balapan-balapan seperti Formula One dan IndyCar. Lotus adalah pemasok mesin untuk IndyCar untuk musim 2012.
Tapi seiring dengan pemecatan Bahar, rencana meluncurkan mobil-mobil anyar itu dan rencana lainnya kembali mengambang.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi