Indonesia Kunci Sukses ASEAN

Laporan dari IIMS 2012

Indonesia Kunci Sukses ASEAN

Syubhan Akib - detikOto
Selasa, 25 Sep 2012 11:00 WIB
Indonesia Kunci Sukses ASEAN
Ilustrasi (detikOto)
Jakarta - Tahun lalu Indonesia menjadi pasar otomotif terbesar di ASEAN menggantikan posisi Thailand. Namun tetap saja, rasio penetrasi kendaraan masih kecil yaitu 45 kendaraan per 1.000 orang.

Lembaga riset IHS Automotive melalui senior analis Jessada Thongpak menjelaskan kalau Indonesia adalah salah satu kunci sukses industri otomotif Asia Tenggara selain Thailand. Namun, Indonesia diprediksi akan makin dominan di masa depan.

Produksi mobil-mobil di kawasan ASEAN diprediksi akan mencapai angka 3,8 juta unit dengan jumlah terbanyak di Thailand dan Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Angka itu akan makin meningkat di tahun 2020 mendatang dimana produksi mobil di kawasan ini akan meningkat hingga 6,5 juta unit dengan bertopang pada produksi mobil di Indonesia dan Thailand.

Sementara untuk penjualannya, bakal ada 2,88 mobil yang diprediksi akan terjual di ASEAN di 2012 ini yang kemudian akan meningkat menjadi 4,5 juta unit di 2020.

"Permintaan tinggi MPV di Indonesia akan mendorong pertumbuhan pasar. Program Low Cost and Green car juga akan membuat tren baru di negara ini," ujarnya.

Dengan begitu, ASEAN pun akan makin seksi di mata produsen otomotif dunia dan akan membuat negara-negara anggotanya menjadi sasaran lokasi pendirian pabrik.

Indonesia, lanjut Thongpak, akan menjadi salah satu faktor kunci karena potensi negara ini yang begitu besar. Dengan penduduk 240 juta tapi rasio kepemilikan kendaraan hanya 45 mobil per 1.000 penduduk, pasar Indonesia masih terbuka lebar.

Hal itu terbukti ketika di 2011 lalu Indonesia telah berhasil mengalahkan Thailand menjadi pasar mobil terbesar di ASEAN mengalahkan Thailand yang telah lama menyandang predikat itu. Status itu pun di masa depan kemungkinan tidak akan bisa dikejar negara tetangga.

Program mobil murah pun diprediksi akan menggenjot segmen ini hingga 200 ribu unit di 2014. "Berterima kasihlah pemerintah pada konsumen dan produsen," imbuhnya.

Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi menambahkan pemerintah memiliki target menurunkan emisi rendah karbon menjadi 26% pada tahun 2020.

Untuk mencapai target tersebut, perlu komitmen penuh dari pemerintah serta pelaku industri otomotif, serta industri minyak dan gas bumi.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads