Penjualan mobil di China turun selama 10 bulan berturut-turut. Industri otomotif China mengandalkan ekspor kendaraan yang meningkat tajam.
Dikutip Reuters, Asosiasi Kendaraan Penumpang China (CPCA) melaporkan, penjualan kendaraan secara domestik di China turun 21,1 persen pada Juli 2026 dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Pada Juli 2026, industri otomotif China hanya mencatatkan angka penjualan sebanyak 1,47 unit kendaraan.
Secara keseluruhan dalam tujuh bulan pertama tahun ini, penjualan kendaraan penumpang domestik China turun 20,5%. Penjualan mobil Januari-Juli 2026 di China berkurang sekitar 2,65 juta unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan penjualan itu mencerminkan tekanan yang lebih luas pada ekonomi China. Lesunya belanja rumah tangga di Negeri Tirai Bambu itu membuat penjualan kendaraan melambat.
"Penurunan ini terbukti lebih parah dari yang kami perkirakan. Kami sebelumnya mengantisipasi adanya perbaikan yang nyata pada bulan Juli," ujar Cui Dongshu, Sekretaris Jenderal CPCA.
Ia mengaitkan pelemahan tersebut dengan tingginya harga bahan bakar yang membebani penjualan kendaraan bensin serta rendahnya permintaan terhadap sedan entry-level.
"Yang diinginkan konsumen adalah kendaraan yang memberikan nilai sepadan dengan harganya, bukan serta-merta model premium. Produsen mobil ingin merambah segmen pasar yang lebih tinggi, namun konsumen justru mencari harga yang terjangkau," kata Cui.
Industri otomotif China justru ditopang oleh ekspor yang meningkat. CPCA melaporkan, ekspor kendaraan China naik 88,2 persen menjadi 923.000 unit.
Ekspor kendaraan listrik dan plug-in hybrid dari China ke berbagai negara tumbuh 147,8 persen year on year. Berbanding terbalik dengan penurunan penjualan domestik sebesar -3,9 persen untuk jenis kendaraan tersebut.
Produsen mobil telah meningkatkan upaya ekspansi ke luar negeri, khususnya ke Eropa, Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah.
"Permintaan untuk penggantian kendaraan (replacement demand) telah melambat setelah lonjakan pembelian yang didorong oleh subsidi sebelumnya, sementara konsumen menjadi semakin selektif mengingat seringnya peluncuran produk baru dan pasar yang semakin kompetitif," ungkap analis HSBC dalam sebuah catatan pada bulan Juli.











































Komentar Terbanyak
Wanti-wanti Prabowo Buat Pengguna Motor Bensin: Rasain Sendiri
Pertalite Mau Dibatasi, Kategori Ini Bakal Nggak Bisa Beli Lagi
Guru ASN Gugat Aturan Telat Perpanjang SIM Harus Bikin Baru