Nissan harus mengakui sulit menundukkan mobil China. Menurut Bos Nissan untuk wilayah AS, mobil China jadi tantangan yang sangat berat.
Bos Nissan untuk wilayah AS Christian Meunier menggambarkan persaingan melawan produsen mobil Tiongkok itu adalah tantangan berat di negara-negara luar AS. Menurutnya, sejumlah produsen sulit menyaingi harga mobil China yang dijual dengan banderol di bawah pasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka memiliki produk yang layak, tapi semuanya dijual dengan harga murah,"ujar Meunier dilansir CNBC.
"Kami tahu kami tidak bersaing dengan (produsen mobil) tersebut, melainkan bersaing melawan pemerintah mereka. Mereka menyerang dengan sangat agresif," sambungnya lagi.
Diungkap Meunier, para produsen mobil Jepang telah berupaya sekuat tenaga untuk bisa menandingi pabrikan China dengan cara memperluas skala operasinya secara global. Hal itu diharapkan bisa menekan biaya sekaligus meningkatkan efisiensi.
Terbaru, Meunier memprediksi bahwa produsen China itu akan memproduksi mobil di Meksiko yang hanya terpaut beberapa jam dari perbatasan AS dalam tiga tahun ke depan.
"Kami memiliki rencana yang sangat agresif di Meksiko, terutama untuk menekan biaya agar kami dapat bersaing dengan produsen China ketika mereka mulai memproduksi secara lokal," ujar Meunier sebagaimana dilaporkan Auto News.
Saat ini, pemerintah AS masih menutup pintu bagi para produsen China. Namun, Presiden AS Donald Trump belum lama ini justru memberikan sinyal untuk mempersilakan produsen mobil China beroperasi di Negeri Paman Sam asalkan mempekerjakan tenaga kerja lokal. Kendati demikian, Meunier yakin bahwa merek China pada akhirnya akan mengaspal di jalanan AS.
Namun, sebagian besar juga akan beroperasi di selatan perbatasan, di mana mobil-mobil China itu sudah dijual sekalipun terhambat tarif 50 persen. Pasar mobil di Meksiko diprediksi akan makin ketat begitu mobil-mobil diproduksi lokal dan harganya ditekan tanpa dikenai tarif.
"Daya saing harga akan menjadi aturan main dalam lima tahun ke depan," ujarnya.
Meunier bilang bahwa merek Barat dan Jepang belum sepenuhnya berupaya menekan biaya. Dia menggambarkan sistem pasokan dan biaya di Nissan saat ini misalnya, belum bisa bersaing langsung dengan BYD dan beberapa merek sejenis lain di industri. Meski begitu, Meunier mengatakan Nissan masih memiliki senjata lain dari sekadar memangkas biaya yang bisa membantunya bersaing dengan produsen China. Nissan berencana menjual model-model yang diproduksi di China di pasar Meksiko.
"Kami memanfaatkan peluang ini untuk membuat produk yang dikembangkan di China bersaing dengan produsen Tiongkok di Amerika Latin, karena jelas ini merupakan invasi besar dan cepat yang sedang terjadi," tutur Meunier.










































