Beberapa konsumen Nissan March di daerah menunda karena DP belum cukup.
"Beberapa konsumen March di daerah tertentu nabung dulu. Setelah cukup baru beli," aku Teddy Vice President Director Sales dan Marketing PT Nissan Motor Indonesia Teddy Irawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun optimistis penjualan mobil nasional tahun ini akan naik dan tak terkendala besaran uang muka. Terbukti beberapa pabrikan mobil sempat mencapai rekor penjualan tertinggi selama Juni 2012.
"Biasa-biasa saja. Penjualan mobil malah naik, ya kan," yakin Teddy.
Teddy pun menyebutkan segmen menengah dan bawah adalah orang yang membutuhkan kendaraan. Karenanya mereka akan berusaha menabung untuk membeli secara kredit. Terlebih banyak mobil baru yang disuguhkan pabrikan mobil.
"Saya tidak ingin lihat jangka pendek, tapi lihat jangka menengah dan jangka panjang," tutup Teddy.
Penjualan mobil di Indonesia pada semester-I 2012 naik 25 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2011. Berdasarkan data sementara Gaikindo, penjualan mobil pada semester-I 2012 berhasil tembus 525.692 unit.
PT NMI sendiri berhasil menjual kendaraan sebanyak 32.712 unit selama semester-I 2012.
Nissan Siaga Mudik
Seperti halnya pabrikan otomotif lainnya, Nissan juga mempersiapkan layanan khusus bagi konsumennya menjelang lebaran.
Pada program Nissan Sahabat Mudik Anda ini, seluruh layanan siaga yang digelar seperti NRP, Bengkel Nissan Siaga dan Nissan Mobile Siaga memberikan layanan gratis check-up function (fungsi) bagi seluruh konsumen Nissan.
"Bagi yang merasa kurang aman dan nyaman dengan kendaraannya saat mudik, silahkan kunjungi posko NRP dan Bengkel Siaga Nissan terdekat atau hubungi saja langsung Nissan Mobile Siaga. Melalui tiga layanan ini, petugas dan mekanik Nissan siap untuk membantu Anda setiap saat," tambah Teddy.
(ikh/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Usulan Biar Pemprov DKI Tetap Dapat Pemasukan meski Pajak EV Rp 0