Toyota dan Nissan Kurangi Produksi Mobil

Toyota dan Nissan Kurangi Produksi Mobil

Syubhan Akib - detikOto
Kamis, 21 Jun 2012 11:55 WIB
Toyota dan Nissan Kurangi Produksi Mobil
ilustrasi
Tokyo - Taktik Toyota yang mulai memperkuat cabang-cabangnya di luar Jepang akan terus dilakukan. Bahkan di Jepang sendiri, Toyota sudah berencana akan mengurangi jumlah produksi mobil mereka pada tahun 2014 mendatang.

Toyota Motor Corp. menurut Nikkei bersiap untuk mengurangi 10 persen produksi mereka dari level saat ini agar bisa berada di angka 3,1 juta unit.

Meski mengurangi jumlah produksi, Toyota berjanji tidak akan memberhentikan pekerja dan akan terus memastikan mitra dan pemasok dalam negeri terus bekerja. Upaya itu dilakukan agar Toyota mampu 'hanya' memproduksi 3 juta kendaraan per tahun, turun sekitar 500.000 unit dari level saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, Toyota juga sudah memotong produksi 100.000 mobil di pabrik anak perusahaan mereka di Prefektur Shizuoka di Jepang dan kapasitas domestik keseluruhan diperkirakan turun menjadi sekitar 3,6 juta unit tahun ini.

Kapasitas produksi Toyota sendiri terhitung berada di level sekitar 3,9 juta kendaraan di Jepang sebelum terkena krisis keuangan global.

Kemampuan produksi di Jepang itu akan membantu Toyota yang berencana memproduksi 8.650.000 kendaraan secara global tahun ini, dimana 5,25 juta akan diproduksi di luar negeri.

Produksi di luar Jepang juga akan terus ditingkatkan hingga ke angka 6,8 juta kendaraan pada tahun 2015 untuk menjadikan total kapasitas produksi mereka menjadi seluruh dunia untuk 10 juta.

Nissan Juga Kurangi Produksi

Seperti halnya Toyota, produsen mobil Nissan pun mengatakan akan segera mengurangi 15 persen produksi kendaraan mereka di Jepang pada bulan depan. Pabrikan ini nantinya hanya akan memiliki kapasitas produksi sebesar 1,15 juta kendaraan saja per tahun. Turun dari 1,35 juta kendaraan per tahun meski tetap berharap bisa memproduksi 1,22 juta kendaraan di tahun fiskal 2012 ini.

Alasan Nissan mengurangi kapasitas produksi mereka tidak lain dikarenakan nilai tukar Yen yang makin menguat yang pada akhirnya membuat daya saing ekspor mereka merosot. Pada bulan Januari lalu, Nissan juga mengatakan akan mengurangi ekspor dari Jepang untuk mengurangi tekanan nilai tukar mata uang.

Lebih dari itu, Nissan juga akan menghentikan salah satu dari dua jalur produksi di pabrik Oppama di Prefektur Kanagawa, tanpa merumahkan setiap karyawan. Dengan begitu, Nissan akan menghentikan produksi Tiida di Jepang.

Namun meski mengurangi kemampuan produksi mereka di Jepang, Nissan tetap akan meningkatkan produksi kendaraan mereka. Hanya saja hal itu dilakukan di negara-negara berkembang seperti China, Brasil dan Rusia.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads