Toyota Motor Corp. menurut Nikkei bersiap untuk mengurangi 10 persen produksi mereka dari level saat ini agar bisa berada di angka 3,1 juta unit.
Meski mengurangi jumlah produksi, Toyota berjanji tidak akan memberhentikan pekerja dan akan terus memastikan mitra dan pemasok dalam negeri terus bekerja. Upaya itu dilakukan agar Toyota mampu 'hanya' memproduksi 3 juta kendaraan per tahun, turun sekitar 500.000 unit dari level saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapasitas produksi Toyota sendiri terhitung berada di level sekitar 3,9 juta kendaraan di Jepang sebelum terkena krisis keuangan global.
Kemampuan produksi di Jepang itu akan membantu Toyota yang berencana memproduksi 8.650.000 kendaraan secara global tahun ini, dimana 5,25 juta akan diproduksi di luar negeri.
Produksi di luar Jepang juga akan terus ditingkatkan hingga ke angka 6,8 juta kendaraan pada tahun 2015 untuk menjadikan total kapasitas produksi mereka menjadi seluruh dunia untuk 10 juta.
Nissan Juga Kurangi Produksi
Seperti halnya Toyota, produsen mobil Nissan pun mengatakan akan segera mengurangi 15 persen produksi kendaraan mereka di Jepang pada bulan depan. Pabrikan ini nantinya hanya akan memiliki kapasitas produksi sebesar 1,15 juta kendaraan saja per tahun. Turun dari 1,35 juta kendaraan per tahun meski tetap berharap bisa memproduksi 1,22 juta kendaraan di tahun fiskal 2012 ini.
Alasan Nissan mengurangi kapasitas produksi mereka tidak lain dikarenakan nilai tukar Yen yang makin menguat yang pada akhirnya membuat daya saing ekspor mereka merosot. Pada bulan Januari lalu, Nissan juga mengatakan akan mengurangi ekspor dari Jepang untuk mengurangi tekanan nilai tukar mata uang.
Lebih dari itu, Nissan juga akan menghentikan salah satu dari dua jalur produksi di pabrik Oppama di Prefektur Kanagawa, tanpa merumahkan setiap karyawan. Dengan begitu, Nissan akan menghentikan produksi Tiida di Jepang.
Namun meski mengurangi kemampuan produksi mereka di Jepang, Nissan tetap akan meningkatkan produksi kendaraan mereka. Hanya saja hal itu dilakukan di negara-negara berkembang seperti China, Brasil dan Rusia.
(syu/ddn)











































Komentar Terbanyak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta