Produsen mobil asal Jepang itu mengatakan mobil hybrid bukan solusi untuk menekan penggunaan BBM. Menurut Nissan, masih banyak cara untuk menekan penggunaan BBM bersubsidi yang kian bengkak.
"Masih banyak kebijakan yang harus dilakukan untuk menekan BBM, seperti sistem transportasi dan sarana jalan yang dibenahi agar mengurangi macet. Karena kemacetan itu kontribusi terbesar terhadap pemborosan BBM," kata Vice President Director Sales dan Marketing PT NMI, Teddy Irawan di sela-sela media test drive MPV Evalia di DIY Yogyakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu,lanjut Teddy mobil LCGC tidak difokuskan pada mobil murah tapi juga teknologi yang maju hingga bisa menekan konsumsi BBM di tanah air.
"Siapa yang mau beli hybrid dengan harga sekian? Berapa pajak insentifnya? Pemerintah mau subsidi, akan masih mahal harga hybrid. Hybrid bukan solusi untuk ini," ucap Teddy.
Teddy menyarankan untuk menyiasati penggunaan BBM pemerintah harus menggodok rencana pengembangan mobil hybrid di RI. Lagi pun daya beli masyarakat belum mampu untuk memiliki mobil tersebut.
"Hanya akan ada sekian persen yang pakai hybrid dan tidak efektif kl mau menekan BBM. Sekarang yang mampu beli hybrid berapa sih? Apakah akan berefek mengurangi BBM. Menurut saya sistem transportasi dan sarana jalan dibenahi," tutup Teddy.
(ddn/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek