Pemerintah tercatat bertemu dengan Toyota secara resmi sudah dua kali dalam 1 bulan ini yakni di tanggal 9 Mei di Istana Negara dan sore ini di Kementerian Perindustrian.
Dirjen Industri Unggul Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi menjelaskan kalau pertemuan sore ini yang dilakukan antara Kementerian Perindustrian dengan Toyota adalah pertemuan biasa yang isinya hanya menyamakan persepsi terkait upaya mereduksi produksi emisi dan menghemat bahan bakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ketika disinggung mengenai kenapa hanya Toyota yang diudang pemerintah sementara di dunia teknologi hybrid sudah diterapkan di hampir semua merek yang ada, Budi membantah itu dilakukan karena Toyota anak emas.
"Tidak, di Bali saya bertemu grup Eropa. Bertemu Volkswagen, Mercedes-Benz, BMW, Audi," elaknya.
Sedangkan Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan di gedung yang sama mengatakan bahwa kedatangan dirinya dan Vice President PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Mamoru Akiyama di Kementerian Perindustrian hari ini atas undangan Menteri Perindustrian MS Hidayat.
"Tadi Pak Hidayat menanyakan bagaimana kerja mobil hybrid itu sebenarnya. Kita jelaskan. Dia juga menjelaskan apa yang diinginkan Presiden," tandasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya