Dahlan Iskan Mau Jadikan Mobil Listrik Sebagai Mobil Dinas

Dahlan Iskan Mau Jadikan Mobil Listrik Sebagai Mobil Dinas

Ramdhania El Hida - detikOto
Jumat, 11 Mei 2012 18:17 WIB
Dahlan Iskan Mau Jadikan Mobil Listrik Sebagai Mobil Dinas
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan berencana akan menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan dinasnya. Saat ini ia menggunakan mobil Mercedes milik pribadi yang masih berbahan bakar minyak (BBM).

"Pasti, saya nanti akan menggunakan kendaraan dinas mobil listrik, itu sudah saya tekati," ungkapnya kepada wartawan di Kantor Kementerian BUMN, Jumat (11/5/2012).

Sebelumnya Mantan Dirut PT PLN ini sempat mengunjungi bengkel pembuatan mobil listrik di Depok, Jawa Barat. Dalam waktu dekat da juga akan mengunjungi bengkel lain pembuat prototipe mobil listrik sejenis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tiga hari yang lalu saya sudah meninjau di salah satu workshop (bengkel) yang mempersiapkan itu, tetapi ada 4 workshop, hari minggu besok, lusa, saya akan meninjau yang satu lagi kemudian nanti seminggu lagi saya akan meninjau lagi. Satu bulan lagi sudah ada yang jadi lah," tambahnya.

Dahlan juga sempat menunjukkan prototipe mobil listrik berwarna hijau kepada wartawan dari Hand Phone miliknya. Saat ditanyai mengenai harga mobil listrik tersebut, Dahlan belum mau banyak berkomentar. "Belum, yang penting jadilah," tambahnya.

Sementara itu Presiden SBY berencana mengembangkan mobil hybrid yang merupakan perpaduan antara BBM dan listrik. Pemerintah melalui Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo akan melakukan negosiasi dengan prinsipal mobil hybrid seperti Toyota.

Pergantian Mobil Dinas Hybrid Masih Tunggu Perintah SBY

Rencana mengganti mobil-mobil dinas para anggota kabinet dengan mobil hybrid masih harus menunggu perintah Presiden SBY. Mobil hybrid untuk para pejabat negara akan dilakukan jika mobil dinas lama telah layak untuk diganti.

"Nanti itu, mungkin kalau mobilnya masih ada ya masih pakai mobil lama. Nanti kalau rencana beli mobil baru, kita akan mematuhi apa yang diarahkan oleh Presiden," kata Sekjen Kementerian Keuangan Kiagus Ahmad Badaruddin saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta.

Sementara itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mendukung penggunaan mobil hybrid ini karena dapat menghemat energi.

"Tentang hybrid, kita mendukung hybrid karena betul-betul terjadi penghematan BBM karena satu liter yang biasanya itu untuk 20-25 km itu bisa jadi 1 liter 30-40 km," ujarnya.

Namun, Agus Marto mengharapkan agar produksi mobil hybrid dan mobil murah ramah lingkungan atau low cost adn green car (LCGC) dapat diproduksi di dalam negeri.

"Tapi hybrid itu kan ada yang BBM dan listrik dan hybrid yang kita dukung adalah selain tujuannya untuk penghematan, kita juga menginginkan agar itu diproduksi di dalam negeri," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Agus Marto, pihaknya tengah mempersiapkan insentif untuk pengembangan industri tersebut di Indonesia.

"Jadi insentif yang disiapkan adalah dalam mempopulerkan sistem hybrid untuk penghematan BBM dan agar itu diproduksi di dalam negeri dan yang juga kita berikan insentif adalah yang terkait dengan inisiatif low cost green car dan juga kendaraan bermotor yang menggunakan inputnya dari gas. Itu yang kita ingin populerkan dan dianalisa untuk diberikan bantuan fiskal," pungkasnya.

Sebelumnya Pemerintah tengah mempertimbangkan untuk mengganti seluruh mobil dinas dengan kendaraan hybrid. Mobil hybrid adalah mobil bertenaga bahan bakar dan listrik, Presiden SBY cukup tertarik untuk mengembangkan mobil ini di dalam negeri.

"Kita sedang memikirkan supaya seluruh kendaraan pemerintah ke depan pakai (mobil) hybrid. Karena lebih hemat tapi tidak ekslusif Astra. Tapi semua merek yang gunakan hybrid tentu akan kita gunakan," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Istana Negara beberapa waktu lalu.

(hen/syu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads