"Kita pun akan serius untuk urusan ini," kata Manager Communication Department PT Toyota-Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy di sela-sela Camry Invitational Golf Tournament 2012 di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, Rabu (9/5/2012).
Anton melihat ini pertanda baik bagi Toyota. Soalnya Toyota sudah merilis beberapa mobil bermesin ganda yang diklaim irit bahan bakar. "Ini artinya pemerintah melihat mobil tersebut penting," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa edukasi harus dilakukan agar masyarakat benar-benar paham dengan mobil hybrid. Toyota sendiri mengaku jatuh-bangun untuk menyakini masyarakat soal mobil hybrid.
"Sosialisasi dulu, pengalaman kita tidak semua orang tahu. Kita ribut masalah hybrid tapi konsumen belum tentu beli," ujarnya.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo menuturkan pemerintah menginginkan produksi mobil yang masuk kategori ramah lingkungan dengan harga murah (low cost green car) tersebut bisa dilakukan di Indonesia. Jadi tidak ada insentif fiskal untuk impor mobil dalam bentuk utuh.
"Kita lebih mengarah kepada bagaimana industri itu untuk memproduksi di dalam negeri bukan mengutamakan impor produk itu dan akhirnya kita harus hanya menjadi pasar produk tapi tidak membangun di dalam negeri," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (8/5/2012).
Untuk mendorong produksi mobil-mobil tersebut, Agus Marto akan memberikan insentif fiskal. Namun, dia belum menegaskan jenis penyikapan fiskal yang akan diberikannya guna mendorong adanya produksi mobil hybrid dan ramah lingkungan ini di Indonesia.
"Kalau yang kita mau perhatikan mobil hybrid yang ada antara BBM dan listrik. Kita ingin mengembangkan mobil basis energi gas dan juga mobil kategori low cost green car. Secara umum untuk dapat terwujud low cost green car dan mobil yang bisa menggunakan alternatif energi, kita akan kaji untuk berikan suatu bentuk penyikapan fiskal," jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Dia menegaskan keinginan pemerintah untuk mendorong produksi mobil hybrid di Indonesia. Hanya saja bentuk insentif yang diberikan justru memberikan kemudahan impor karena berupa PPnBM.
"Mobil hybrid itu kita akan mendorong, pemerintah akan mendorong agar produksi itu di Indonesia dan kita akan berikan insentif tax duty-nya pun maupun luxury tax. Kita akan melakukan itu secepatnya," pungkasnya.
(ddn/ddn)










































