Warga Jual Pertalite Eceran Dekat SPBU, Harganya Rp 25 Ribu/1,5 L

Warga Jual Pertalite Eceran Dekat SPBU, Harganya Rp 25 Ribu/1,5 L

Septian Farhan Nurhuda, Sahrul Alim - detikOto
Rabu, 16 Sep 2026 09:07 WIB
Penjual Pertalite eceran di Jalan AP Pettarani Makassar.
Penjual Pertalite eceran di Jalan AP Pettarani Makassar. (Sahrul Alim/detikSulsel)
Jakarta -

Antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU Makassar dimanfaatkan sebagian warga mencari keuntungan. Pertalite bahkan dijual kembali secara eceran dengan harga jauh lebih mahal dari harga resmi di SPBU.

Pantauan detikSulsel, Minggu (13/9), seorang warga menjual Pertalite di pinggir jalan tak jauh dari SPBU Pertamina 74.902.78, Jalan AP Pettarani, Makassar. BBM tersebut dikemas menggunakan botol air mineral berukuran 1,5 liter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu botol Pertalite 1,5 liter dijual Rp 25 ribu. Jika dihitung per liter, harganya mencapai sekitar Rp 16.700.

ADVERTISEMENT

[Gambas:Youtube]

Padahal, harga Pertalite di SPBU Pertamina saat ini Rp 10 ribu per liter. Artinya, konsumen harus membayar sekitar Rp 6.700 lebih mahal untuk setiap liter jika membeli dari pedagang eceran tersebut.

Pedagang mengaku Pertalite yang dijualnya diperoleh setelah mengantre di SPBU. BBM itu kemudian dijual kembali kepada pengendara yang tidak ingin menghabiskan waktu mengantre.

"Iya (Pertalite dijual kembali dari hasil mengantre di SPBU)," kata pedagang tersebut.

Pedagang itu mengaku baru pertama kali menjual Pertalite eceran. Saat ditemui, belum ada botol yang terjual.

"Baru juga saya kasih keluar ini, belum ada yang laku," ungkapnya.

Tak jauh dari lokasi, warga lainnya juga menjual Pertalite secara eceran di sebuah bengkel. Kali ini, BBM dikemas dalam botol berisi sekitar 1 liter dan dibanderol Rp 15 ribu.

Pedagang tersebut mengatakan harga itu lebih mahal dibandingkan harga normal Pertalite eceran yang biasa dijualnya Rp 12 ribu per liter. Kenaikan harga disebut terjadi karena permintaan meningkat sementara Pertalite lebih sulit didapat.

"Kita capek ikut antre (di SPBU) juga, jadi mahal (dijual kembali Pertalite)," katanya.

Pertamina Patra Niaga menyayangkan adanya warga yang memanfaatkan situasi tersebut untuk meraup keuntungan. Pertamina menegaskan pengisian BBM secara berulang untuk kemudian dijual kembali tidak diperbolehkan.

"Pertamina Patra Niaga sangat menyayangkan apabila terdapat oknum yang memanfaatkan kondisi saat ini dengan melakukan pengisian BBM secara berulang untuk kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi," kata Senior Supervisor Communication & Relations (Comrel) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Okky Aditya Wibowo.

Menurut Okky, praktik tersebut juga dapat mengganggu pelayanan di SPBU. Warga yang mengisi BBM berulang kali berpotensi membuat antrean semakin panjang dan mengurangi kesempatan masyarakat lain mendapatkan BBM sesuai kebutuhannya.

"Tindakan tersebut dapat mengganggu kelancaran pelayanan di SPBU serta mengurangi kesempatan masyarakat lain untuk memperoleh BBM sesuai kebutuhannya," jelasnya.

Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan. Pengawasan di SPBU juga akan diperkuat untuk mencegah penyalahgunaan BBM subsidi.

"Pertamina juga terus memperkuat pengawasan di SPBU dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan atau transaksi yang tidak sesuai ketentuan," kata dia.



(sfn/rgr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads