Honda Tak Mau Korbankan Kualitas Mobil Demi Kejar Brand China

Honda Tak Mau Korbankan Kualitas Mobil Demi Kejar Brand China

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Rabu, 16 Sep 2026 09:37 WIB
Honda 0 Saloon di Japan Mobility Show 2025.
Honda. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikcom
Jakarta -

Pabrikan otomotif asal Jepang, Honda, tak mau mengorbankan kualitas produk demi mengejar harga murah yang ditawarkan mobil-mobil China. Bagi mereka, reputasi brand dan kepercayaan konsumen merupakan prioritas utama.

Disitat dari The Drive, Selasa (15/9), Honda sadar, persaingan dengan merek China membuat industri otomotif harus bergerak lebih cepat, terutama dalam pengembangan software dan teknologi bantuan berkendara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, menurut Honda, 'cepat' bukan berarti terburu-buru. Semuanya, harus dirancang presisi dan mengutamakan kualitas. Sebab, dua hal itulah yang mendefinisikan Honda sebagai brand berpengalaman di dunia.

"Perubahan teknologi, terutama dalam hal software, terjadi sangat cepat saat ini," ujar Presiden sekaligus CEO American Honda, Eiji Fujimura.

ADVERTISEMENT

"Tentu kami harus bersaing dengan China dan India dalam hal software, ADAS, dan sebagainya. Namun untuk bersaing dengan mereka, pertama-tama kami harus berpikir, 'Siapa Honda?'," tambahnya.

Honda 0 Alpha.Honda 0 Alpha. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikcom

Menurut Fujimura, Honda tak ingin kecepatan pengembangan membuat kualitas kendaraan dikorbankan. Setiap tahapan harus dipastikan memenuhi standar sebelum berlanjut ke tahap berikutnya.

"Kami memastikan setiap proses menjamin mobil atau komponennya sudah baik dari sisi kualitas dan tidak berpindah ke tahap berikutnya sebelum memastikan kualitas tahap sebelumnya," tuturnya.

Executive Vice President Honda Motor Noriya Kaihara mengatakan divisi kualitas Honda dibuat terpisah dari departemen lainnya. Hal ini dilakukan agar kualitas tetap menjadi prioritas utama.

"Departemen kualitas sepenuhnya terpisah dari departemen lain. Artinya, kualitas selalu menjadi perhatian nomor satu Honda. Setiap teknologi baru selalu melewati departemen terpisah ini," ungkap Kaihara.

Honda juga menilai kecepatan menangani masalah tidak kalah penting. Jika masalah muncul setelah mobil dipasarkan, pabrikan harus segera memberikan solusi.

"Jika Anda membiarkan pelanggan memiliki kendaraan dengan kualitas buruk dan kemudian menunda langkah perbaikannya, dampaknya akan sangat buruk," kata Kaihara.

Honda sadar, persaingan di Asia dan Eropa semakin ketat. Konsumen memiliki banyak pilihan sehingga masalah yang tak segera diselesaikan bisa membuat mereka beralih ke merek lain.



(sfn/rgr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads