Hal itu terungkap setelah Google kedapatan tengah mengetes mobil Lexus RX450h yang telah ditambah banyak fitur itu di selatan California. Pada mobil tersebut, Google tampak telah membenahi sensor yang berada di atap mobil dengan paket yang lebih kecil dan lebih aerodinamis.
Google sendiri memang sejak 2 tahun lalu menguji kendaraan yang memiliki fitur auto-pilot seperti yang ada di pesawat. Penelitian itu dipimpin oleh Direktur Stanford Artificial Intelligence Laboratory Dr Sebastian Thrun yang dengan sabar memetakan berbagai jalan di dunia.
"Dalam menjalankan tugas kami, kami bereksperimen dengan menguji algoritma kami pada berbagai kendaraan untuk membantu kami meningkatkan teknologi kami," kata seorang juru bicara Google seperti detikOto kutip dari wired.
Teknologi yang diterapkan Google pada mobil tanpa pengemudinya meliputi banyak hal dengan menyebar banyak sensor di depan, samping dan belakang mobil agar mobil mengetahui kondisi sekitarnya ditambah dengan layanan GPS untuk mengetahui arah tujuan dan kondisi jalan.
Selain Google, pabrikan mobil seperti General Motors pun juga sudah mulai menguji mobil tanpa pengemudi yang dikatakan akan mulai masuk pasaran di 2020 mendatang.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina
Dulu Laku Ribuan Sebulan, Penjualan BYD Atto 1 Tiba-tiba Cuma 26 Unit
Isi Garasi Menteri Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 6 Triliun