Dalam siaran pers dari Malaysian Institute of Road Safety Research, program yang bertugas untuk mengetes dan menilai setiap mobil baru yang dipasarkan ini akan mengukuti jejak European New Car Assessment Programme (Euro NCAP) yang dengan ketat mengetes setiap mobil yang masuk Eropa.
Dengan pengetesan dan penilaian terhadap mobil baru yang akan masuk di ASEAN itu, diharapkan produsen dapat lebih bertanggung jawab memberikan kendaraan dengan tingkat keamanan yang memadai. Konsumen pun dapat memiliki gambaran terhadap mobil-mobil baru yang ingin mereka beli.
Pembangunan lembaga ini juga sejalan dengan niatan PBB untuk mengurangi kecelakaan di jalan dalam United Nation Decade of Action for Global Road Safety 2011 β 2020.
Untuk ASEAN, program ini dimulai setelah Malaysian Institute of Road Safety Research (MIROS) menandatangani kesepakatan dengan Global New Car Assessment Programme (GNCAP) pada akhir tahun lalu di New Delhi India.
Selain itu, kesepakatan tersebut juga ditandatangani oleh asosiasi produsen mobil di negara-negara seperti Malaysia, Singapura dan Filipina. Sayangnya, tidak ada perwakilan Indonesia yang menandatangani kesepakatan.
Saat ini, persiapan matang tengah dilakukan untuk peluncuran protokol terkait hal ini. Minggu depan perwakilan ASEAN akan bertemu dengan Australasian New Car Assessment Program (ANCAP) untuk melakukan finalisasi.
Sementara untuk jadwal peluncuran protokol ASEAN NCAP ini, menurut jadwal seperti dilansir Paultan, akan dilakukan pada tanggal 16 Maret 2012 mendatang.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun