Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin Budi Darmadi mengatakan, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait program LCGC akan segera keluar secara bertahap.
Adapun PMK Itu adalah yang diantaranya terkait dengan investasi, PPnBM, dan pengklasifikasian pos tarif untuk komponen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, Budi ketika itu mengenakan batik juga menjelaskan kalau PMK terkait investasi ini kemungkinan akan menjadi prioritas serta difasilitasi pemerintah.
βSupaya orang terangsang buat pabrik. Produknya bisa tahun depan. Yang penting setor modal dulu. Kalau sudah ada satu, investor baru yakin. Kalau menunggu lengkap bisa lama dan hilang waktu untuk bikin pabrik,β jelasnya.
Sementara Menteri Perindustrian MS Hidayat menjelaskan kalau sudah ada beberapa pihak yang mengaku berminat untuk ikut serta dalam program pemerintah ini.
Bila sudah berjalan, Hidayat percaya kalau akan banyak investasi yang masuk ke Indonesia dan akan pula membuka lapangan kerja di Indonesia.
"Yang sudah berkomitmen untuk investasi antara lain Daihatsu, Suzuki, Toyota, Mitsubishi, Nissan dengan total investasi sebesar US$ 1,8 miliar dan tenaga kerja yang diserap mencapai 15.000 orang. Sedangkan investasi tambahan/ikutan ditingkat industri komponediperkirakan sebesar US$ 1,9 miliar degan tambahan tenaga kerja baru antara 15.000-17.000 orang," ujarnya.
Program pengembangan mobil LCGC ini menurut Hidayat akan berlaku untuk semua industri di dalam negeri.
Dengan syarat mobil tersebut memenuhi kriteria yang telah ditetapkan antara lain untuk jenis kendaraan MPV 1.000-1.200 cc dengan konsumsi bahan bakar 20-22 km/liter, komponen lokal diharapkan pada tahun ke-6 sudah mencapai 80 persen termasuk pembuatan power train (engine, transmisi dan axle).
"Program LCGC ini akan memberikan manfaat bagi pengembangan teknologi otomotif di Indonesia, baik dalam pembuatan power train yaitu engine, transmisi dan axle, maupun dalam penyediaan skilled worker yang diharapkan dapat mendukung program-program pengembangan mobil merek nasional," papar Hidayat.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB