Studi: Biaya Perbaikan Termahal Mobil Listrik Bukan di Komponen Baterai

Studi: Biaya Perbaikan Termahal Mobil Listrik Bukan di Komponen Baterai

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 14 Jul 2026 18:37 WIB
Baterai sodium-ion yang dikembangkan oleh BAIC.
Baterai mobil listrik. Foto: Dok. BAIC via CarNewsChina
Jakarta -

Banyak calon pembeli mobil listrik bekas masih menganggap baterai sebagai komponen paling berisiko rusak, sekaligus paling mahal untuk diperbaiki. Namun, sebuah studi terbaru justru menunjukkan fakta berbeda. Biaya perbaikan terbesar pada mobil listrik ternyata lebih sering berasal dari komponen lain, sementara kerusakan baterai traksi malah jarang terjadi.

Mengutip Carscoops, temuan tersebut berasal dari analisis data klaim garansi yang dikumpulkan perusahaan penyedia garansi kendaraan, Warrantywise, di Inggris. Studi itu menunjukkan persoalan paling sering dialami mobil listrik justru serupa dengan mobil bermesin pembakaran internal, seperti gangguan sistem kelistrikan, suspensi, hingga baterai 12 volt.

Sistem Kelistrikan Paling Sering Bermasalah

Berdasarkan data tersebut, kerusakan yang paling banyak dilaporkan adalah gangguan pada sistem kelistrikan umum, termasuk sensor elektronik dan sistem central locking.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rata-rata biaya perbaikannya berkisar 810-900 poundsterling, atau antara Rp 19,59 juta hingga Rp 21,77 juta (kurs 1 poundsterling = Rp 24.190). Di beberapa kasus, biaya perbaikan bahkan melonjak hingga lebih dari 3.000 poundsterling atau sekitar Rp 72,57 juta, bahkan ada yang menembus 4.000 poundsterling atau sekitar Rp 96,76 juta, tergantung tingkat kerusakannya.

Suspensi Jadi Sumber Biaya Besar

Komponen lain yang cukup sering bikin 'kantong bolong' yakni sektor suspensi, terutama wishbone atau lengan ayun. Warrantywise mencatat rata-rata biaya klaim perbaikan part ini mencapai lebih dari 1.200 poundsterling, sekitar Rp 29,03 juta. Sementara itu, klaim tertinggi yang pernah diajukan mencapai lebih dari 4.100 poundsterling, atau sekitar Rp 99,18 juta.

ADVERTISEMENT

Menurut studi tersebut, bobot mobil listrik yang lebih berat akibat keberadaan baterai bikin komponen suspensi bekerja lebih keras dibanding mobil konvensional, jadi potensi keausannya juga lebih tinggi.

Onboard Charger Mahal Saat Rusak

Komponen khusus mobil listrik yang masuk daftar lima besar biaya perbaikan adalah onboard charger, yaitu perangkat yang mengubah arus listrik AC menjadi DC saat proses pengisian daya.

Rata-rata biaya perbaikannya mencapai 2.160 poundsterling, atau sekitar Rp 52,25 juta. Bahkan, klaim tertinggi yang pernah tercatat mencapai 10.455 poundsterling, setara Rp 252,91 juta.

Meski demikian, kerusakan onboard charger tidak tergolong sering terjadi. Namun ketika mengalami gangguan, biaya perbaikannya memang bisa sangat besar.

Baterai Traksi Justru Jarang Bermasalah

Menariknya, baterai tegangan tinggi yang selama ini jadi kekhawatiran utama calon pembeli mobil listrik, tak masuk dalam lima komponen dengan klaim perbaikan terbanyak.

Hal ini menunjukkan bahwa paket baterai modern memiliki tingkat keandalan cukup tinggi. Selain itu, sebagian besar produsen juga memberi garansi baterai yang jauh lebih panjang dibanding komponen kendaraan lainnya.

Kendati demikian, apabila baterai benar-benar mengalami kerusakan, biaya perbaikannya tetap tidak murah. Warrantywise mencatat rata-rata klaim perbaikan baterai traksi mencapai lebih dari 6.400 poundsterling, atau sekitar Rp 154,82 juta.

Biaya Perbaikan EV Terus Naik

Studi tersebut juga menemukan bahwa rata-rata nilai klaim perbaikan mobil listrik meningkat 10,7% sepanjang periode 2024 hingga 2025.

Kenaikan itu belum tentu disebabkan oleh menurunnya keandalan kendaraan listrik. Faktor lain seperti inflasi, meningkatnya biaya tenaga kerja, dan harga suku cadang yang semakin mahal juga berkontribusi terhadap naiknya biaya perbaikan.

Meski hanya berdasarkan kendaraan yang tercakup dalam program garansi Warrantywise, hasil studi ini memberikan gambaran bahwa kekhawatiran terhadap baterai mobil listrik mungkin selama ini terlalu dibesar-besarkan. Justru komponen-komponen konvensional seperti sistem kelistrikan dan suspensi menjadi sumber biaya perbaikan yang lebih sering ditemui oleh pemilik kendaraan listrik.



(lua/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads