Viral di media sosial rombongan pengguna motor Suzuki Thunder mengisi bensin di SPBU Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi. Gara-gara itu, antrean di SPBU tersebut jadi mengular, hingga disebut-sebut mengganggu aktivitas pengendara motor lainnya.
"Capek-capek kerja, mau ngisi bensin, yang depannya kita motor (Suzuki) Thunder. Kebangetan banget," ujar perekam video dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram @info_pondokgede.
"Ampun gw mah dah. Nungguin dia bisa nyampe sejam rasanya n****g banget. Orang mah kalau ngisi (bensin) jangan (pas momen) orang berangkat kerja jangan orang pulang kerja. Ngisi mah tengah hari, pas pom bensin sepi, jadi kebina-bina banget jadi manusia, punya pikiran apa dikit," tuturnya kesal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tampak dalam video tersebut antrean isi bensin didominasi oleh motor sport 'batangan', dari Yamaha Vixion, Honda Mega Pro, Bajaj Pulsar, dan yang paling banyak motor Suzuki Thunder.
Sudah jadi rahasia umum jika Suzuki Thunder disukai para pedagang bensin eceran. Sebab motor ini punya kapasitas tangki besar, hingga 14 liter. Jadi sekali atau dua kali mengisi Pertalite full di SPBU, pengguna Thunder ini punya stok bensin yang cukup buat dijual lagi oleh mereka secara eceran.
Namun di sisi lain, hal itu akan mengganggu para pengguna motor lain yang memang benar-benar butuh bensin untuk dipakai sendiri. Apalagi kalau para pengguna Suzuki Thunder itu mengisi bensin secara bersamaan di jam-jam sibuk berangkat atau pulang kerja.
"MotorΒ² penguras spbu, gercep bgt klo di pom adaa pertalite," tutur akun @abl*** mengomentari video viral tersebut.
"Udhnya Pajaknya pada mati pakk tuh @dedimulyadi71 masa isi subsidi , menuh"in antrean ajah," timpal akun @alief***.
"motor thunder itu ngisi buat ngecer lagi hama bangt dah," bilang akun @cpl***.
(lua/rgr)











































Komentar Terbanyak
Wanti-wanti Prabowo Buat Pengguna Motor Bensin: Rasain Sendiri
Pertalite Mau Dibatasi, Kategori Ini Bakal Nggak Bisa Beli Lagi
Guru ASN Gugat Aturan Telat Perpanjang SIM Harus Bikin Baru