Meski seperti itu, peminat mobil Toyota Calya masih terus berkembang. Terbukti dari komunitasnya yang terus bertambah keanggotaannya.
"Sebagaimana kita ketahui, Calya kan mobil kelas menengah. Banyak dari pemilik yang menjadikan Calya sebagai mobil pertamanya," kata Ketua Umum Komunitas Toyota Calya Indonesia (KTCI) Sapto Prayitno di Bekasi, Minggu (27/1/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anggota kita terus bertambah meski ada beberapa yang sudah tidak memiliki Calya. Tapi selalu kita bilang tidak apa karena komunitas ini kita utamakan kekeluargaan. Asalkan tidak bergabung di komunitas serupa," lanjutnya.
Namun anggota yang tak lagi memiliki Toyota Calya bukan karena berpindah ke merk lain. "Ada yang jadikan mobilnya sebagai ojek online, sulit bayar cicilan kredit, dan lainnya. Saya lihat sih bukan karena pindah merek, ya," tegas Sapto.
Dirinya juga mengatakan ada banyak manfaat dalam bergabung di komunitas. Satu diantaranya ialah harga khusus untuk lakukan servis di bengkel resmi. "Prinsip kita adalah kekeluargaan. Pekerjaan dan mobil itu nomor sekian. Dari bentuk acara yang sering kita lakukan pun berbau kekeluargaan," katanya.
Munas KTCI 2019
KTCI mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) untuk menunjuk jajaran tertinggi pada klub mobil tersebut. Lewat musyawarah, terpilihlah Sapto Prayitno sebagai Ketua Umum periode 2019-2020. Ini berarti merupakan kali kedua ia menjabat.
Sedangkan Wakil Ketua Umum kini ditempati Tony Susilo dan Erlangga Sastrawiria dipercayai tugas sebagai Sekjen. Sebagai langkah baru dari KTCI, beberapa helatan besar akan dilaksanakan. Seperti touring Kota Palembang yang akan dilakukan menjelang atau sesudah bulan Ramadan.
Munas KTCI di Astrido Bekasi Foto: Ruly Kurniawan |
"Kita juga akan perluas komunitas ke beberapa wilayah yang belum sempat tergabung," ucap Sapto.
Pada perhelatan yang diselenggarakan di Astrido Toyota Bekasi, tercatat ada sekitar 200 anggota yang mendaftar. "Sekitar 200 anggota yang hadir. Dari Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, ada juga yang dari Bali dan Sulawesi," tutupnya.
Simak juga video 'Dilema DP 0% untuk Kredit Motor dan Mobil':
(ruk/ddn)












































Munas KTCI di Astrido Bekasi Foto: Ruly Kurniawan
Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas