Ngeri.. Truk Nyangkut di Bibir Jurang Selama 3 Hari Gegara Ikuti GPS

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 11 Jan 2022 12:26 WIB
Truk nyangkut
Truk nyangkut di bibir jurang Foto: YouTube Peoples Daily China
Jakarta -

GPS hingga peta digital jadi peranti yang paling dipercaya saat masuk ke area yang belum dikunjungi, tapi terkadang bisa berbahaya jika hanya bergantung pada alat tersebut. Contohnya, sebuah truk yang nyangkut di bibir jurang setinggi 100 meter gara-gara mengikuti GPS.

Dikutip dari Mirror, Selasa (11/1/2021) sebuah truk kargo nyangkut di bibir jurang setinggi 100 meter setelah GPS membawanya ke jalan pegunungan yang sempit di China Utara. Insiden yang menegangkan itu terjadi di Kota Changzhi, Provinsi Shanxi, pada 1 Januari.

Pengemudi truk itu diduga mengikuti GPS-nya, yang menginstruksikannya untuk mengambil jalan sempit di lereng gunung.

Namun, ketika dia menemukan bahwa truk itu terlalu lebar untuk melewati jalan setapak, dia mencoba balik arah tetapi malah menabrak pagar pembatas yang tipis.

Beruntung, pria itu masih bisa menyelamatkan diri dari kabin truk saat truk itu terhuyung-huyung di atas tebing terjal setinggi 100 meter. Rekaman mendebarkan menunjukkan sisi kanan truk bergantung di tepi tebing.

Tim penyelamat berhasil menarik truk kembali dari bahaya dengan kendaraan penarik berat dan membutuhkan waktu evakuasi selama tiga hari.

Salah satu saksi yang berada di belakang truk tersebut mengatakan bahwa sopir truk itu terus mengemudi di jalan sempit karena dia mengikuti rute navigasi GPS-nya.

"Jalan raya ini memiliki batasan di mana lebar maksimum kendaraan tidak boleh melebihi 6,8 meter," ujar Wu.

"Salju turun beberapa hari terakhir dan truk tergelincir dari jalan ketika dia berbelok," tambah dia.

Kejadian pengendara dibikin nyasar oleh aplikasi GPS bukan kali pertama. Praktisi keselamatan berkendara yang juga Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan, seharusnya pengendara tidak percaya 100% kepada GPS.

"Yes benar, pengemudi tidak boleh mengandalkan 100% pada Google Maps. Semua proses itu harus saling melengkapi antara penglihatan dan nalar," kata Sony kepada detikOto belum lama ini.

Misalnya, pengendara harus waspada ketika mengikuti arahan GPS tapi jalan yang ditempuh tidak masuk akal. Jika tidak yakin, sebaiknya pengendara tidak meneruskan perjalanan.

"Melihat itu jangan hanya membaca Google Maps, tapi lihat apakah arahnya sudah sesuai dengan panduan. Apabila tidak yakin, misalnya mau ke kota tapi suasananya desa, segera berhenti untuk bertanya," saran Sony.



Simak Video "Kecelakaan Gegara Jalan Tol Rusak, Pengendara Bisa Tuntut Ganti Rugi"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)