tahun 2008, yang tercermin dari penurunan total pasar sepeda motor dari Januari-November 2008 sejumlah 58.683 unit turun menjadi 43.800 unit dari Januari-November 2009,sebagai akibat dari penurunan harga sawit dari sekitar Rp 1.800 per kg TBS (tandan buah segar) yang tertinggi di tahun 2008 sedangkan di tahun 2009 tertinggi hanya mencapai sekitar Rp. 900 per kg TBS dimana kelapa sawit merupakan komoditas utama penggerak roda perekonomian masyarakat Bengkulu, namun di tahun 2009 Honda masih tetap tak tergoyahkan menjadi pemimpin pasar sepeda motor di Bengkulu.
"Sejak kehadiran kita di Bengkulu pada 2005, kita selalu menjadi pemimpin pasar roda dua Bengkulu," kata Region Head HSO Bengkulu Irwan Prasetia.
Sedangkan pada pasar motor di Bengkulu 2009, menurut Irwan market share Honda mencapai angka 47,1 persen, setingkat diatas Yamaha yang hanya mampu meraih market share sebesar 42 persen di 2009 (data Januari 2009 - November 2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Honda hanya mengakui keunggulan motor-motor matik Yamaha di Bengkulu. Data yang diterima, periode Januari 2009 hingga November 2009 motor skutik Honda hanya meraup market share sebesar 30 persen, sedangkan rival terberatnya yakni Yamaha berhasil meraih market share sebesar 40 persen di penjualan motor matik Bengkulu.
"Kita akui masih punya masalah di matik, cuma tahun depan kita bisa merebut pasar hingga market share sebesar 50 persen," kata Irwan Prasetia.
Β
Sementara menanggapi 2010, HSO berencana akan meningkatkan target penjualan Honda di Bengkulu akibat harga kelapa sawit yang semakin stabil. HSO berencana meningkatkan hingga 28.000 unit Honda bakal terjual di 2010.
"Harga sawit saat ini semakin stabil, kemungkinan kita akan menargetkan 28.000 unit Honda di 2010," ucapnya. (adv/adv)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Sah! Malaysia Perketat Impor Mobil Murah China
Penunggak Pajak Kendaraan Dilarang Beli BBM Subsidi