Komunitas Pecinta Mobil Mainan

Komunitas Pecinta Mobil Mainan

- detikOto
Senin, 07 Sep 2009 11:38 WIB
Komunitas Pecinta Mobil Mainan
Jakarta - Mobil-mobilan kini bukan hanya lumrah dimainkan oleh anak-anak saja, namun sudah mulai meracuni pikiran orang dewasa juga.

Mobil mainan berbentuk mini atau biasa disebut die cast ini pun terbukti ampuh meracuni para anggota Toys & Models Collector Indonesia (TOMOCI) untuk mengoleksinya.

"Die cast tidak hanya milik anak-anak saja, banyak anggota Tomoci yang datang dari kalangan pengusaha, pengacara, karyawan dan juga pelajar biasa, jadi die cast itu bisa dibilang milik semua kalangan," papar Sekertaris Tomoci, Kemas Yulius ketika ditemui detikOto, Minggu (6/9/200).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komunitas yang bermula dari keisengan lima orang pria dewasa ini pun saat ini sudah berkembang sedemikian besar. Di millist mereka saja sudah ada 1.600 orang member yang terdaftar.

Dan hebatnya lagi, komunitas ini tidak hanya sekedar omong doang dalam melampiaskan hobinya tersebut, karena komunitas yang sudah menyebar dari Jakarta, Bandung, Semarang, Yogjakarta, Surabaya dan Balik Papan ini sudah
secara rutin menggelar pertemuan antar anggota yang mereka namakan swapmeet.

Di swapmeet tersebut, para anggota Tomoci bisa saling berinteraksi dan memperlihatkan koleksi masing-masing serta melakukan berbagai transaksi entah itu hanya berupa barter atau bahkan jual beli die cast.

"Untuk di Jakarta kami kumpul di parkiran kolam renang Senayan setiap minggu pertama dan ketiga, sementara minggu kedua dan keempat ada di Bintaro dan Depok," ungkap Yulius.

Sementara untuk di Bandung, komunitas ini sering kumpul di Braga, Ciwalk dan McD Tanjungan Plaza jadi tempat kumpul anak-anak Surabaya.

Miniatur mobil yang dikoleksi pun datang dari berbagai negara mulai dari Jerman, Inggris, China, Jepang hingga Malaysia dengan harga yang sangat beragam mulai dari hanya puluhan ribu hingga mencapai ratusan ribu dan bahkan ada yang bisa mencapai jutaan.

"Tergantung umur, merek, kondisi dan kelangkaannya," cetus Yulius.

Harga itu tentu akan sangat berpengaruh, terlebih setiap kolektor bisa memiliki koleksi mobil mainan hingga ratusan sampai ribuan buah, hitung saja sendiri berapa banyak uang yang mereka keluarkan untuk mengumpulkan koleksinya ini.

"Karena itulah kami menyebutnya 'mainan yang bukan main-main'," pungkasnya.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads