ADVERTISEMENT

Bikin Iri, Pemotor di Kota Ini Tertib Banget

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 06 Jun 2022 07:08 WIB
Pemotor Tertib di India
Pemotor tertib di di India (Istimewa)
Mizoram -

Di media sosial viral gambar pemotor di India yang tertib banget. Para pemotor itu tetap antre saat jalanan macet. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi lalu lintas di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya di kota-kota besar.

Pengendara sepeda motor yang tertib ini ada di Mizoram, India. Bahkan, pengendara di sana juga lebih tertib ketimbang di kota lain di India.

Dalam gambar yang beredar, semua pengendara sepeda motor di sana mengikuti peraturan lalu lintas, meski beberapa di antaranya tidak mengenakan helm. Tapi yang jadi sorotan adalah tertibnya pemotor tersebut yang antre.

Pemotor itu tetap berda di lajurnya yang hanya dipisahkan dengan marka jalan. Meski lajur berlawanan arahnya kosong, pemotor-pemotor itu tidak saling serobot dan tetap sabar mengantre.

Dikutip Cartoq, mereka mengatakan bahwa cara itu adalah bagian dari saling menghormati yang ada dalam budayanya. Menurut orang-orang di sana, menghormati orang lain adalah sifatnya.

Mereka tidak menyalip orang secara brutal dan tidak berpindah jalur. Seorang penduduk mengatakan bahwa orang-orang Mizoram memiliki rasa kewarganegaraan dan mereka tidak ingin menyusahkan orang lain.

Jika ada pengendara yang terburu-buru, mereka hanya perlu membunyikan klakson dua kali. Dengan hanya membunyikan sedikit klakson, pengendara lain akan menyadari dan langsung memberikan ruang untuk menyalip.

Setelah ada cukup ruang bagi orang di belakang untuk menyalip, pengendara di depan akan ke pinggir sedikit. Orang yang menyalip kemudian membunyikan klakson lagi sebagai ucapan terima kasih.

Tertibnya pengendara di Mizoram ini berbeda dengan pengendara di Jakarta. Di sini, saat macet sedikit saja ada saja pengendara yang mengambil lajur berlawanan arah. Bahkan, tindakan memakan lajur lawan arah tersebut malah membuat tambah ruwet kemacetan.

Menurut Instruktur Defensive Driving dan Riding GDDC Andry Berlianto, tindakan pengendara yang saling serobot itu merupakan bukti bahwa kesadaran berperilaku safety (berkendara berkeselamatan) masih rendah. Banyak pengendara yang cenderung egois.

Adapun kata Andry rendahnya kesadaran tersebut bisa jadi disebabkan oleh mental pengendara yang masih rendah. Tak heran kalau sejak Juni 2020 lulus tes psikologi menjadi salah satu persyaratan untuk bisa mendapatkan sekaligus memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).

"Bisa jadi karena keterbatasan ilmu berkendara mereka maupun sifat dasar mereka yang tidak mau mengalah (tidak sabaran)," urai Andry kepada detikOto beberapa waktu lalu.



Simak Video "Kecelakaan Gegara Jalan Tol Rusak, Pengendara Bisa Tuntut Ganti Rugi"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT