Polantas Setop Oknum Polisi Tak Pakai Helm, Ujung-ujungnya Ribut

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Sabtu, 15 Mei 2021 15:54 WIB
catatan pengendara polisi tidak mengenakan helm langsung adu jotos.
Polisi adu jotos dengan polisi Foto: Pool (cartoq)
Jakarta -

Seorang oknum polisi di India tak mengenakan helm saat naik sepeda motor. Akibat hal itu, petugas polisi lalu lintas (polantas) menyetop oknum polisi yang tidak menggunakan helm tersebut.

Peristiwa ini terjadi di Ranchi, Jharkhand, India. Sebuah video viral memperlihatkan seorang polisi lalu lintas terlibat perkelahian dengan seorang oknum polisi ketika mencoba untuk menerapkan hukum.

Video tersebut menunjukkan seorang polisi lalu lintas menghentikan dua polisi yang naik sepeda motor. Salah satu polisi tidak memakai helm. Polisi yang duduk sebagai pembonceng tidak memakai helm.

Setelah polisi lalu lintas menghentikan mereka karena tidak mengikuti aturan dengan benar, oknum polisi yang tidak memakai helm mulai berkelahi dengan polisi lalu lintas. Dia mengatakan bahwa polantas tidak berhak menghentikan polisi seperti ini di jalan umum. Namun, polisi lalu lintas tidak mengizinkannya pergi dan memintanya membayar denda.

Adu argumen terjadi, bahkan oknum polisi yang tidak memakai helm mulai memukuli petugas polantas. Sebaliknya, polisi lalu lintas menjegal oknum yang tidak pakai helm tersebut dan membawanya ke jalan raya. Sejumlah orang berkumpul di tempat dan membuat video klip situasi tersebut. Klip video tersebut kemudian menjadi viral di internet.

Setelah video itu viral, Jharkhand Traffic SP Ajeet Peter Dungdung memerintahkan penyelidikan. Dia telah meminta pejabat untuk melaporkannya secara rinci tentang insiden tersebut dan dia akan menyelidiki masalah tersebut juga. Ia mengatakan, kedua penegak hukum itu akan diperiksa perilakunya di depan umum.

Ini bukan pertama kalinya seorang polisi di India dihentikan karena tidak mengikuti peraturan lalu lintas. Sebelumnya, banyak polisi di India telah membayar tilang karena tidak mengikuti peraturan lalu lintas. Padahal, Undang-Undang Kendaraan Bermotor yang baru diubah belakangan ini cukup menyulitkan dan mahal bagi penegak hukum yang tidak mengikuti aturan lalu lintas.

Menurut aturan baru, pejabat pemerintah yang ketahuan karena tidak mengikuti aturan lalu lintas harus membayar dua kali lipat. Di Jharkhand sendiri, seorang polisi dikenai denda sebesar Rs 34.000 (Rp 6,6 juta), yang dua kali lipat lebih besar dari tilang warga sipil. Aturan baru dibuat untuk memastikan bahwa tidak ada penegak hukum atau pejabat pemerintah yang menggunakan kekuatannya untuk tidak memakai helm atau sabuk pengaman atau bahkan menerobos lampu merah dengan berpikir bahwa tidak ada yang akan menilang mereka.

[Gambas:Youtube]





Simak Video "Anti Amsyong, Cek 3 Bagian Ini Sebelum Beli Motor Bekas"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)