Lintasi 12 Negara, Ini Dokumen yang Harus Dibawa saat Umroh Naik Motor

Lintasi 12 Negara, Ini Dokumen yang Harus Dibawa saat Umroh Naik Motor

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 05 Jan 2026 18:06 WIB
Lintasi 12 Negara, Ini Dokumen yang Harus Dibawa saat Umroh Naik Motor
Daeng Anshar Foto: Doc. IG Om Daeng.
Jakarta -

Daeng Anhsar melintasi 12 negara dengan sepeda motor dari Lumajang hingga Makkah bukan cuma fisik dan nyali, tapi ada beberapa administrasi yang perlu diurus.

Daeng Anshar membagikan beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan. Selain paspor yang diurus di kantor imigrasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya tanpa SIM Internasional yang diterbitkan Korlantas, Anda tidak bisa mengajukan Carnet untuk paspor kendaraan.

"Pertama kita harus punya SIM internasional dulu lah. Karena dari SIM internasional ini salah satu persyaratan kalau kita buat karnet," kata Daeng Anshar saat berbincang dengan detikOto.

ADVERTISEMENT

Carnet de Passages en Douane, Daeng menyebutnya sebagai paspor kendaraan. Adapun penerbitannya oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI).

"Carnet ini kayak semacam paspornya kendaraan lah. Dan itu wajib kita punya. Kalau tanpa ini ya kita enggak bisa lintas negara," ungkapnya.

"Itu kita biasanya ngurusnya di IMI. Ya paling seminggu 2 minggu jadi-lah," tambah dia.

Perjalanan melintasi belasan negara artinya harus berurusan dengan belasan kebijakan visa. Menariknya, Daeng Anshar tidak mengurus semua visa saat masih di Indonesia. Ada strategi "estafet" yang ia terapkan.

Satu-satunya visa yang wajib diurus di tanah air adalah Visa China.

"Visa itu kalau perjalanan yang kemarin yang wajib kita urus dari Indonesia itu visa China dulu," kata Daeng.

"China ini yang paling dekatlah yang sekiranya 90 hari kita sudah masuk Cina kan. Jadi saya urusnya dari Indonesia, selebihnya ya kita urus di negara sebelumnya," jelas dia.

Seperti diketahui Daeng melalui 12 negara seperti Malaysia, Thailand, Laos, China, Kazakhstan, Uzbekistan, Tajkistan, Afghanistan, Iran, UAE, Oman, hingga berakhir di Arab Saudi.

"Asia Tenggara tadi kan free visa tuh. Terus negara Tan-Tan itu free visa. Iran free visa 14 hari. 14 hari. Iya. Afghanistan tadi sama Uni Emirat, Arab (Saudi). itu pun gampang (mengurus) visanya," jelas dia.

  • Asia Tenggara: Free Visa (Bebas Visa).
  • Negara-negara "Stan" (Asia Tengah): Mayoritas bebas visa.
  • Iran: Bebas visa
  • Afghanistan, UEA, dan Arab Saudi: Pengurusan relatif mudah dan bisa dilakukan di perbatasan atau negara sebelumnya.




(riar/rgr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads