Awas! Detik-detik Ban Truk Lepas Bergerak Liar di Jalan Tol Jagorawi

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 26 Jan 2021 17:14 WIB
Ban truk terlepas
Ban truk terlepas Foto: Instagram @jktinfo
Jakarta -

Truk air yang bannya terlepas di jalan tol terekam warganet. Ban dengan liar menyeberangi sisi bahu kiri dan kanan jalan tol tersebut.

Video tersebut direkam oleh akun instagram @rianpatikawa24, kemudian diunggah ulang oleh @jktinfo. Peristiwa disebutkan terjadi di Tol Jagorawi arah Jakarta KM 7 pada hari ini, Selasa (26/1/2021).

Dari video singkat berdurasi kurang dari 1 menit itu terdengar pengemudi bersama penumpangnya sedang membicarakan ban yang terlepas tersebut.

"Kecelakaan di tol Jagorawi, bannya sampai sini, mobilnya truk air," tutur seorang pria dalam video seperti dilihat detikcom, Selasa (26/1/2021).

[Gambas:Instagram]



Memang dalam rekaman video hanya terlihat kondisi ban truk yang sudah terlepas sembari mengeluarkan asap. Laju ban tersebut bergerak liar. Ban lepas itu berjalan dari sisi kiri ke kanan, lalu menabrak dinding beton pemisah jalan arah berlawanan di jalur cepat.

Sebuah mobil city car kuning hampir saja ditabrak oleh ban tersebut, namun berhasi lolos. Bila dilihat lebih dekat, truk menggunakan ban yang dobel, umumnya dipakai untuk bagian roda belakang.

Sontak saja unggahan itu mendapat berbagai respon dari warganet.

"Bahaya banget itu kl smpe kena kendaraan laen," komen salah satu warganet.

"Serem amat ada ban liar di tol," timpal yang lain.

Lalu kenapa ban truk bisa lepas sendiri ketika sedang dipakai berjalan?

Dicuplik dari Forconstructionpros, Selasa (26/1/2021) untuk mencegah insiden roda copot memang tak bisa sembarangan dalam memasang ban. Dua penyebab utama lepasnya roda dan ban dari dudukannya ialah kehilangan gaya jepit dan kerusakan pada bantalan (bearing).

Yang patut menjadi perhatian saat memasang mur roda truk, perlu dikencangkan pakai kunci torsi. Setiap mur roda yang terpasang diharuskan memiliki kekencangan torsi yang merata.

"Sebagian besar kecelakaan wheel off disebabkan oleh torsi yang tidak tepat atau pemasangan yang tidak tepat," kata Kevin Rohlwing, wakil presiden senior pelatihan, Asosiasi Industri Ban.

"Torsi kurang kencang, roda menjadi longgar, tetapi juga bisa menjadi torsi berlebih, di mana stud (baut atau mur) terlalu meregang dan akhirnya gagal," sambung Rohlwing.

Selain itu pemasangan baut dengan menggunakan kunci pas juga dirasa tidak tepat untuk mengencangkannya.

"Sebagian besar penyebab masalah itu akibat dari penggunaan kunci pas untuk mengencangkannya," kata Rohlwing.

Kunci pas tumbukan bukanlah perangkat kontrol torsi yang tepat; itu tidak dapat digunakan sebagai pengganti kunci torsi.

"Kunci torsi yang dikalibrasi adalah alat terbaik untuk memastikan torsi yang tepat, dan harus diperiksa pada setiap interval perawatan rutin," sambung dia.



Simak Video "Mobil Diesel Nggak Sengaja Isi Bensin, Apa Resikonya?"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)