Dari Kacamata Safety Driving, Tindakan Ichiro Salah

Updated

Dari Kacamata Safety Driving, Tindakan Ichiro Salah

- detikOto
Rabu, 04 Feb 2015 17:59 WIB
Dari Kacamata Safety Driving, Tindakan Ichiro Salah
Jakarta -

Masyarakat Jakarta akhir-akhir ini mulai digemparkan oleh mobil Suzuki Vitara yang dikenal dengan Ichiro. Dengan berani, tak takut mobilnya rusak, pemilik mobil itu melakukan penertiban kepada pelanggar lalu lintas.

Namun, cara pemilik Suzuki Vitara yang sudah dimodifikasi menjadi mobil offroad dalam menertibkan pelanggar lalu lintas itu menuai kontroversi. Ichiro tak segan menabrak kendaraan pelanggar lalu lintas yang kebetulan lewat di hadapan Ichiro.

Tindakan itu pun dianggap salah jika dipandang dari teori safety driving. Sebab, safety driving mengajarkan bagaimana pengguna jalan bisa selamat sampai tujuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi dari safety driving itu sudah salah. Dia itu membahayakan dirinya sendiri. Bisa jadi dia enggak selamat sampai ke tujuan. Berbahaya, dia meningkatkan risikonya sendiri," kata kata instruktur mengemudi profesional yang telah tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Nugroho Respati di acara Diskusi Media "Meningkatkan Keselamatan dan Efisiensi Berkendara" di Jakarta, Rabu (4/2/2015).

Namun, pria yang akrab disapa Yoyok ini menganggap wajar hal itu. Sebab menurutnya, hal yang dilakukan Ichiro itu merupakan salah satu fenomena yang bisa saja terjadi di jalanan.

"Kita enggak bisa bilang itu salah. Itu memang fenomena yang bisa terjadi. Tapi dari sisi safety driving itu salah. Intinya itu kita bisa ke tempat tujuan dengan selamat," tutur Yoyok.

Soalnya, Yoyok menggambarkan, kalau di jalan raya itu seperti masuk ke rimba. Meski aturan sudah terpampang jelas, masih banyak orang yang melanggarnya.

"Kalau di jalan raya seperti masuk ke rimba karena walaupun aturan ada tapi tidak semua orang menaatinya," kata Yoyok.

Untuk itu, keselamatan berkendara menjadi tanggung jawab bersama. Tanggung jawab tersebut pun harus dimulai dari diri sendiri dan tidak mengharapkan orang lain untuk sadar.

"Keselamatan menjadi tanggung jawab dan harus kita mulai dari diri kita. Kita tidak bisa mengharapkan orang lain. Jadi intinya kita harus mengalah kalau mengalami kondisi bahaya, kalau ada yang meningkatkan risiko kita harus mengalah," ujarnya.

Lewat akun Facebook-nya Andi Wenas, pemilik Ichiro, memberikan penjelasan soal aksinya menertibkan pengendara yang melanggar aturan. Andi mengatakan siap ditindak kalau Ichiro melanggar lalu lintas.

Pria yang bekerja sebagai dosen perguruan tinggi ini berpendapat pengendara boleh saja jungkir balik di jalan asal tidak merugikan dan membahayakan orang lain. "Kalau batas itu dilewati ya harus siap saja pelakunya dicaci maki. Tentunya juga harus siap dengan proses dan sanksi hukumnya kalau kasusnya berlanjut. Dan ini tentunya berlaku bagi saya juga," tulis Andi di akun Facebook-nya.

Andi membantah kalau merasa dirinya yang paling benar. Dia mengaku banyuak berbuat kesalahan dan karena kesalahan itu dia dicaci maki. "Ya saya terima saja. Sudah salah ya jangan ngeyel. Mau dibawa ke persidangan juga monggo. Saya jalanin sesuai peraturan dan undang-undang. Dari pengalaman ditegur (keras) begitu saya juga jadi belajar. Besok-besok di situasi yang sama mau bikin salah lagi ya jadi mikir," katanya.

Andi mengatakan, video yang dibuatnya merupakan kumpulan pengalaman negatif mengenai kelakuan pengendara roda dua, roda empat dan juga truk yang melanggar lalu lintas. Namun menurutnya tak semua pengendara berlaku ugal-ugalan.

"Kalau pengalaman positif ya saya tidak bikin video-nya. Jadinya persepsi yang timbul adalah seolah-olah saya sepanjang jalan setiap hari hanya marah-marah saja. Saya kira saya tidak seperti itu," katanya.

Menanggapi aksi Ichiro ini, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono menegaskan bahwa tindakan off roader yang menabrak para pelanggar lalulintas tidak bisa dibenarkan. Ia pun meminta agar masyarakat tidak melakukan cara-cara yang melanggar hukum jika menemukan pelanggaran di jalan.

"Ya tidak boleh itu, serahkan pada kita, nanti biar petugas kita yang menindaknya," tegas Unggung.

Kapolda juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sendiri dengan cara-cara yang melawan hukum.

"Jangan berbuat sendiri-sendiri. Preventif lebih kita kedepankan, saya lebih seneng preventif simpatik," ungkapnya.

Updated

Pemilik Ichiro Rabu sore ini menggelar jumpa pers di Polda Metro Jaya, dalam kesempatan itu, dia mengungkapkan permintaan maaf kepada kepolisian, dan juga masyarakat.

Simak berita lengkapnya di sini

(rgr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads