Tiga Sekawan Ini Bermobil Lintasi 19 Negara Dalam 24 Jam

Tiga Sekawan Ini Bermobil Lintasi 19 Negara Dalam 24 Jam

- detikOto
Minggu, 02 Nov 2014 10:19 WIB
Tiga Sekawan Ini Bermobil Lintasi 19 Negara Dalam 24 Jam
Sofia -

“Kegagalan hari ini bukanlah penutup pintu keberhasilan di masa mendatang”. Begitulah barangkali prinsip yang dipegang teguh tiga sekawan asal Sofia, Bulgaria, Gunnar Garfors, 39 tahun, Tay-young Pak, 42 tahun, dan Øystein Djupvik, 40 tahun.

Setelah Mei lalu gagal memecahkan rekor dunia dalam perjalanan dengan mobil ke berbagai negara dalam waktu sehari semalam alias 24 jam. September lalu, mereka berhasil membuktikannya.

Seperti dilansir laman Autoevolution, Minggu (02/10/2014), ketiganya berhasil mengunjungi 19 negara hanya dalam tempo 24 jam. “Mereka sejatinya hampir menggenapi 20 negara, sejengkal lagi mereka tiba di Italia. Namun, cuaca buruk menghentikan langkah mereka,” tulis laman itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiga sahabat itu memulai perjalanan yang disebut petualangan paling gila itu, pada 22 September . Dari tanah kelahirannya, Bulgaria, ketiganya menggeber mobil yang mereka tunggangi kea rah Barat Laut.

Macedonia menjadi tujuan pertama. Setelah itu beberapa negara, antara lain Kosovo, Serbia, Kroasia, Bosnia, Slovenia, Austria, Hungaria, Slowakia, Republik Ceko, Jerman, Belanda, Belgia, Luksemburg, Perancis, dan terakhir Swiss.

Sepanjang perjalanan itu mereka harus menggunakan dua penerbangan komersial, yakni dari Makedonia ke Serbia, dan dari Austria ke Jerman. Selebihnya langsung menggunakan mobil.

Namun, tak disebut merek mobil dan tahun pembuatannya. Begitu pun dalam tayangan video yang mereka buat, sosok mobil tunggangan tak diperlihatkan dengan jelas. Yang pasti, sebuah mobil sewaan jenis wagon berkelir hitam.

Ya. Barangkali mereka berpikir bukan sosok mobil yang ditonjolkan, tetapi lebih kepada upaya dan kegigihan mereka untuk memanfaatkan waktu yang hanya 24 jam untuk melintasi sebanyak mungkin negara.

Untuk membuktikan keaslian cerita mereka, ketiganya merekam dengan video maupun kamera foto kegiatan mereka di setiap lokasi atau negara yang mereka kunjungi. Termasuk berbagai kendala yang hadapinya.

Diantara kendala itu adalah antrean penyeberangan di perbatasan, seperti di Kosovo, yang cukup memakan waktu lama. Untuk makan atau mandi pun seolah tiada waktu lagi.

Begitu pun saat mereka ingin buang air kecil – maaf – ketiganya menggunakan botol sebagai penampung. Meski begitu, mereka akhirnya berhasil menorehkan rekor perjalanan.

(arf/arf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads