Baru dari Pabrik, Mobil LCGC Langsung Pakai Premium

Baru dari Pabrik, Mobil LCGC Langsung Pakai Premium

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Rabu, 18 Des 2013 15:06 WIB
Baru dari Pabrik, Mobil LCGC Langsung Pakai Premium
Jakarta - Kendaraan Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau Low Cost and Green Car (LCGC) sudah seharusnya menggunakan bahan bakar non subsidi. Tetapi faktanya tetap saja, masih banyak pengguna kendaraan yang mengisi mobil dengan Premium.

Contohnya, mobil berwarna silver ini, dengan pelat yang masih putih dari diler, mobil langsung diisi dengan premium.

"Mobil terbukti Low Cost karena BBM-nya memakai yang murah, masih fresh dari pabrik, tapi sudah dianjurkan pakai premium. Pelat putih artinya fresh from oven, mengapa pabriknya mengizinkan sopirnya mengisi pakai premium," tanya Otolovers yang mengirimkan foto ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya foto ini diambil awal Desember lalu di sebuah SPBU di kawasan Sunter.

Yang pasti jika menggunakan Premium, kinerja kendaraan tidak akan maksimal, karena mesin sudah disetting dengan bahan bakar yang lebih berkualitas.

"Memang kalau memakai premium, performanya terasa sangat menurun," ujar salah seorang pengguna mobil LCGC kepada detikOto.

Hal itu juga dipastikan oleh Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Rio Sanggau. Dia menjelaskan kalau pihaknya telah mengedukasi konsumen, terutama konsumen Daihatsu Ayla untuk menggunakan bahan bakar RON 92 sekelas Pertamax.

"Kita sudah memberi-tahu konsumen seperti itu. Di buku panduan juga telah ada penjelasan kalau Ayla ini bakal jauh lebih baik kalau menggunakan bensin sekelas Pertamax. Kami tidak menganjurkan konsumen pakai Premium," jelasnya.

"Tapi, karena tidak ada yang bisa mengontrol semua mobil harus pakai Premium atau Pertamax cukup sulit juga. Tapi, kalau di kemudian hari ada masalah dengan mesin dan kalau kita teliti dan terbukti itu terjadi karena bahan bakar, garansi tidak berlaku," kata Rio.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads