Makan Sembari Nyetir Lebih Bahaya dari Mabuk dan Telepon

Makan Sembari Nyetir Lebih Bahaya dari Mabuk dan Telepon

Muhammad Ikhsan - detikOto
Kamis, 12 Apr 2012 20:08 WIB
Makan Sembari Nyetir Lebih Bahaya dari Mabuk dan Telepon
Inggris - Aturan makan di tempat yang sudah disediakan sepertinya harus benar-benar diikuti. Jangan sampai makan di tempat salah malah mencelakakan diri sendiri.

Peringatan itu ditegaskan oleh Universitas Inggris seperti jangan makan sembari mengendarai. Para peneliti mengungkapkan makan disaat Anda mengemudi lebih berisiko daripada menggunakan telepon atau mengemudi di bawah pengaruh alkohol.

Dilansir theage, Kamis (12/4/2012) penelitian yang dilakukan oleh University of Leeds, menemukan bahwa waktu reaksi pengemudi malah lebih lambat sampai 44 persen dari biasanya jika pengendara melakukan aktivitas makan sambil nyetir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengendara terbukti jadi tidak sensitif terhadap kondisi sekitar bahkan. Sementara jika dibandingkan dengan di bawah pengaruh minimuman beralkohol, kelambatan pengemudi hanya turun 22 persen.

Sedangkan mengemudi sembari mengirim pesan lebih berisiko daripada mabuk dengan tingkat kelambatan bereaksi sekitar 37,4 persen. Namun jika kadar alkohol hanya 0,08 persen di dalam darah bisa membuat 12,5 persen lebih lambat dari biasanya.

Sementara itu menelepon saat mengemudi hanya memperlambat reaksi pengemudi sekitar 26,5 persen. Untuk diketahui Di Inggris dan Australia, makan, minum dan merokok sambil berkendara tidak ilegal.

"Mengemudi sambil berbicara di telepon genggam dapat meningkatkan risiko kecelakaan," kata Juru Bicara Jamson University of Leeds, Profesor Samantha Jamson.

"Namun, kegiatan lain yang melibatkan satu tangan seperti makan atau minum, juga dapat mengganggu konsentrasi," tutupnya.

(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads