Peringatan itu ditegaskan oleh Universitas Inggris seperti jangan makan sembari mengendarai. Para peneliti mengungkapkan makan disaat Anda mengemudi lebih berisiko daripada menggunakan telepon atau mengemudi di bawah pengaruh alkohol.
Dilansir theage, Kamis (12/4/2012) penelitian yang dilakukan oleh University of Leeds, menemukan bahwa waktu reaksi pengemudi malah lebih lambat sampai 44 persen dari biasanya jika pengendara melakukan aktivitas makan sambil nyetir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan mengemudi sembari mengirim pesan lebih berisiko daripada mabuk dengan tingkat kelambatan bereaksi sekitar 37,4 persen. Namun jika kadar alkohol hanya 0,08 persen di dalam darah bisa membuat 12,5 persen lebih lambat dari biasanya.
Sementara itu menelepon saat mengemudi hanya memperlambat reaksi pengemudi sekitar 26,5 persen. Untuk diketahui Di Inggris dan Australia, makan, minum dan merokok sambil berkendara tidak ilegal.
"Mengemudi sambil berbicara di telepon genggam dapat meningkatkan risiko kecelakaan," kata Juru Bicara Jamson University of Leeds, Profesor Samantha Jamson.
"Namun, kegiatan lain yang melibatkan satu tangan seperti makan atau minum, juga dapat mengganggu konsentrasi," tutupnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pemerintah Ancam Cabut Izin Gojek-Grab Andai Tak Patuhi Komisi 8%
Viral Pengemudi Calya Ngamuk, Patahkan Spion-Wiper Mini Cooper
Pemilik Kendaraan yang Belum Bayar Pajak Didatangi Petugas Samsat