Bondan 'Maknyus' Kampanye Trotoar Bukan untuk Tempat Parkir

Bondan 'Maknyus' Kampanye Trotoar Bukan untuk Tempat Parkir

- detikOto
Jumat, 16 Sep 2011 13:17 WIB
Bondan Maknyus Kampanye Trotoar Bukan untuk Tempat Parkir
Jakarta - Pemerhati kuliner Bondan Winarno mengkampanyekan trotoar dan pedestrian bukan untuk tempat parkir. Kampanye Bondan ditunjukan dengan merelakan pedestrian di depan kafe miliknya, Kopi Tiam Oey dipergunakan untuk model percontohan.

Lahan seluas 3x2 meter diubah menjadi taman berumput hijau berhias tanaman hias. Ada 2 meja dengan tenda taman berbentuk bulat yang disediakan untuk pengunjung kafenya merasakan kopi dan menu lain di pedestrian tersebut.

β€œPertanyaan utama saat mendukung program ini, apakah akan kehilangan pelanggan? Saya kira tidak. Kami justru berterima kasih karena secara estetika sangat terbantu. Saya kira sepanjang jalan Sabang akan lebih hijau. Dulu di sini ada wisata kuliner malam, pada berjalan kaki, itu ramai sekali,β€œ kata General Manager Kopi Tiam Oey Wasis Gunarto yang mewakili Bondan Winaro di kafe tersebut, Jl Agus Salim, Sabang, Jakarta Pusat, Jumat (16/9/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kampanye tersebut, Bondan didukung sebuah LSM yang menangani masalah perkotaan, Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

β€œGagasan ini membuka pandangan kita bersama, banyak keuntungan dari ini. Menjadi lebih asri, polusi berkurang dan premanisme dapat diminimalisir. Karena parkir on the street mengundang aksi kejahatan, mau tidak mau,β€œ kata Kepala Dinas Perhubungan Jakarta, U Pristono dalam kesempatan serupa.

Sebagai catatan, kawasan jalan Sabang hanya satu blok di belakang jalan protokol MH Thamrin. Posisinya yang strategis membuat kawasan tersebut banyak digunakan untuk restoran, kafe, maupun ruko dan perkantoran yang menyangga kawasan bisnis MH Thamrin.

Perkembangannya, ruang pedestrian untuk pejalan kaki hanya 22 persen. Sementara untuk kendaraan mencapai 78 persen. Komposisi yang jomplang tersebut yang mendorong kampanye taman pedestrian tersebut.

β€œPerkembangan kota sebisa mungkin lebih manusiawi. Kami juga sedang meriset kawasan Hayam Wuruk dan Gajah Mada guna mengetahui potensi pedestrian yang bisa dikembangkan,β€œ tandas Pristono.



(Ari/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads