Program Buyback Bisa Jadi Senjata Brand Motor Listrik Lawan Pabrikan Besar

detikcom Leaders Forum

Program Buyback Bisa Jadi Senjata Brand Motor Listrik Lawan Pabrikan Besar

Luthfi Anshori - detikOto
Minggu, 25 Okt 2026 18:18 WIB
Alva N3 Next Gen
Motor listrik ALVA. Foto: Dok. ALVA
Jakarta -

Program buyback atau jaminan pembelian kembali dinilai bisa menjadi salah satu strategi bagi merek motor listrik untuk bersaing dengan pabrikan besar yang sudah lebih dulu memiliki pasar. Soalnya skema ini memberikan kepastian kepada konsumen bahwa motor yang dibeli masih memiliki nilai ketika ingin dijual kembali.

Wakil Ketua Umum Bidang Penelitian dan Pengembangan Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Prabowo Kartoleksono, mengatakan program buyback dapat mengurangi keraguan calon pembeli terhadap merek motor listrik yang belum memiliki pasar kendaraan bekas sekuat merek konvensional.

Menurutnya, konsumen motor dari merek yang sudah mapan umumnya lebih percaya diri karena mengetahui gambaran harga jual kembali kendaraannya. Sementara itu, calon pembeli motor listrik dari merek yang relatif baru masih bisa mempertanyakan nilai kendaraannya setelah beberapa tahun digunakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau motor baru harus bersaing dengan merek-merek yang sudah lama (legacy brands), salah satu cara paling efektif adalah menyediakan buyback. Meski harganya tidak tinggi, konsumen punya kenyamanan karena tahu motornya masih punya nilai ketika sudah bosan atau ingin menggantinya," kata Prabowo dalam detikcom Leaders Forum bertajuk Memperkuat Industri Kendaraan Listrik, Mendorong Ketahanan Energi, di Jakarta (20/10/2026).

ADVERTISEMENT
Suasana diskusi detikcom Leaders Forum 'Memperkuat Industri Kendaraan Listrik, Mendorong Ketahanan Energi' di Jakarta, Selasa (20/10/2026). Hadir sebagai narasumber, Ketua Tim Kerja Industri KBLBB Direktorat IMATAP Kemenperin Patia Junjungan Monangdo, Ketua Bidang Teknologi EV Masa Depan & RND Periklindo Prabowo Kartoleksono dan CEO ALVA Purbaja Pantja.Wakil Ketua Umum Bidang Penelitian dan Pengembangan Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Prabowo Kartoleksono Foto: Ari Saputra/detikFoto

Ia menjelaskan, program pembelian kembali juga berpotensi memberikan manfaat bagi produsen. Motor listrik bekas yang ditarik dari konsumen dapat diperbaiki atau direkondisi sebelum dijual kembali ke pasar motor seken.

Menurut Prabowo, kebutuhan perbaikan motor listrik bekas relatif berbeda dari motor berbahan bakar bensin. Komponen yang perlu mendapat perhatian, antara lain baterai dan bodi kendaraan, sehingga motor yang masih layak dapat kembali dipasarkan setelah melalui proses pemeriksaan dan perbaikan.

"Bagi manufaktur, motor yang dibeli kembali bisa direkondisi. Kondisi motor bensin dan motor listrik berbeda. Biasanya yang perlu diperbaiki pada motor listrik antara lain baterai dan bodinya, kemudian kendaraan itu bisa dijual lagi di pasar sekunder," jelas Prabowo.

Dengan mekanisme tersebut, program buyback berpotensi membentuk siklus penggunaan kendaraan yang lebih panjang. Produsen mendapatkan kesempatan mengelola kembali unit bekas, sedangkan konsumen memiliki pilihan ketika ingin mengganti motor.

Prabowo mencontohkan, jaminan pembelian kembali dapat membantu menghilangkan sebagian kekhawatiran calon konsumen yang tertarik membeli motor listrik dari merek baru. Mereka tidak hanya mempertimbangkan produk saat pertama kali dibeli, tetapi juga memiliki gambaran mengenai pilihan ketika ingin menjualnya kembali.

Meski demikian, ia menilai kepercayaan terhadap program buyback tidak bisa terbentuk secara instan. Produsen perlu menunjukkan bukti bahwa program tersebut benar-benar berjalan dan konsumen bisa merealisasikan jaminan pembelian kembali yang ditawarkan.

"Kalau ada buyback guarantee, keraguan konsumen bisa berkurang. Namun, memang butuh waktu untuk membangunnya karena harus ada bukti atau evidence," tuturnya.



(lua/riar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads