Kata ALVA Soal Tantangan Industri Motor Listrik di Indonesia

detikcom Leaders Forum

Kata ALVA Soal Tantangan Industri Motor Listrik di Indonesia

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 23 Okt 2026 16:37 WIB
Suasana diskusi detikcom Leaders Forum Memperkuat Industri Kendaraan Listrik, Mendorong Ketahanan Energi di Jakarta, Selasa (20/10/2026). Hadir sebagai narasumber, Ketua Tim Kerja Industri KBLBB Direktorat IMATAP Kemenperin Patia Junjungan Monangdo, Ketua Bidang Teknologi EV Masa Depan & RND Periklindo Prabowo Kartoleksono dan CEO ALVA Purbaja Pantja.
CEO ALVA Purbaya Pantja. Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta -

Industri motor listrik di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam membangun rantai pasok komponen elektrifikasi. CEO ALVA, Purbaya Pantja, menilai industri mekanis kendaraan roda dua di Indonesia sudah cukup kuat, tetapi kesiapan komponen elektrikal seperti baterai dan kontroler masih perlu ditingkatkan.

Purbaya bilang, pengembangan industri motor listrik membutuhkan proses panjang. ALVA baru berdiri pada 2022 dan industri motor listrik di Indonesia juga masih tergolong baru.

"Kami sudah mengantisipasi bahwa ini merupakan proses maraton. Karena kami pun (ALVA) juga baru. Industrinya juga baru. Mungkin, di negara-negara lain bukan sesuatu yang baru, tapi di Indonesia ini sesuatu yang baru," ujar Purbaya dalam diskusi detikcom Leaders Forum bertajuk Memperkuat Industri Kendaraan Listrik, Mendorong Ketahanan Energi, di Jakarta (20/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Motor listrik Alva Cervo QMotor listrik ALVA Foto: Dok. ALVA

Ditambahkan Purbaya, kesiapan industri motor listrik dapat dilihat dari dua kelompok besar, yakni komponen mekanis (mechanical) dan elektrikal atau kelistrikan (electrical).

ADVERTISEMENT

Dari sisi mekanis, Indonesia dinilai sudah memiliki basis industri sepeda motor yang besar. Tetapi, kondisi berbeda terlihat pada komponen elektrikal yang jadi bagian penting dalam sistem penggerak kendaraan listrik.

"Industri mekanis motor di Indonesia sebenarnya sudah cukup besar. Tantangannya ada di komponen elektrikal, seperti kontroler dan baterai, termasuk bagaimana kesiapan produksinya," tambahnya.

Purbaya menjelaskan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan memproduksi bodi serta komponen mekanis. Industri juga perlu membangun rantai pasok untuk motor listrik, baterai, serta komponen elektrikal lainnya.

Pada sektor baterai, misalnya, rantai industri mencakup berbagai tahapan, mulai dari bahan prekursor hingga produksi sel baterai dan manufaktur. Kesiapan setiap tahapan tersebut diperlukan agar kebutuhan industri kendaraan listrik dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

"Komponen elektrikal perlu mendapat perhatian, mulai motor listrik, baterai, hingga rantai produksinya dari prekursor sampai sel baterai. Kami berharap, seiring berjalannya waktu, kesiapan para pemasok atau vendor bisa semakin matang," tambah Purbaya.

Purbaya bilang, penguatan industri komponen elektrikal menjadi salah satu pekerjaan penting agar ekosistem kendaraan listrik di Indonesia semakin siap berkembang.



(lua/rgr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads