Menteri Koodinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkap syarat utama agar hidup driver ojek online (ojol) di Indonesia bisa lebih sejahtera. Menurut dia, finansial aplikator harus tetap sehat.
Sebab, kata AHY, jika aplikator sehat, maka hidup mitra driver akan lebih terjamin. 'Pasukan hijau' tersebut tetap memiliki pekerjaan untuk menghimpun pundi-pundi rezeki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi di ruang tunggu kita berbicara tentang aspek kesejahteraan dan keselamatan dari para mitra, para pengemudi ojol," ujar Agus dalam acara Konferensi Pers Peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia, dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (30/6).
"Mudah-mudahan ini bisa terus kita kawal dan terus bisa meningkatkan penghasilan yang baik, tapi juga harus dipastikan agar perusahaan juga sehat secara finansial. Setuju? Karena kalau perusahaannya sehat, misalnya Grab Indonesia-nya sehat, maka ini juga lebih baik untuk kesejahteraan mitra," tambahnya.
Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) menunggu penumpang di Stasiun Palmerah, Jakarta, Kamis (25/6/2026).Pemerintah akan memberlakukan kebijakan baru mulai 1 Juli 2026 yang membatasi potongan komisi aplikasi ojek online maksimal 8 persen. Foto: Gilang Faturahman/detikfoto |
Menurut AHY, kebijakan untuk peningkatan kesejahteraan pengemudi terdiri dari penetapan batas maksimal pemotongan komisi ojol menjadi 8%. Selain itu, penyedia layanan juga menyediakan skema sewa kendaraan listrik untuk menekan kebutuhan biaya modal awal pengemudi.
Sementara untuk aspek keselamatan pengemudi, AHM menyinggung soal penyusunan pedoman keselamatan kebakaran pada instalasi SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) dan angkutan transportasi.
"Jadi memang harus seimbang betul antara upaya memajukan, meningkatkan keuntungan perusahaan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mitra ojol Mitra Grab," tuturnya.
AHY juga menjelaskan beberapa kebijakan lain yang dilakukan pemerintah. Misalnya insentif pembelian kendaraan listrik dan insentif pajak penjualan atas barang mewah, yang akan meringankan kepemilikan.
Selain itu juga ada insentif pajak kepemilikan yang dapat mengurangi atau pembebasan pajak kendaraan bermotor. Dukungan lainnya adalah pembangunan ekosistem. Pemerintah ingin menarik investor dari dalam dan luar negeri agar bisa membangun industri kendaraan bermotor listrik.
"Tentu paling banyak masih di Jawa, tetapi ke depan, semakin banyak SPKLU yang didirikan atau dibangun di ruas-ruas jalan, ini akan semakin baik dan akan semakin bisa mengembangkan industri kendaraan listrik secara keseluruhan," kata dia.
(sfn/din)













































Komentar Terbanyak
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Harga BBM di Malaysia Turun, Bensin RON 95 Non-subsidi Setara Rp 15 Ribuan