Insentif Motor Listrik Ditunda Lagi

Insentif Motor Listrik Ditunda Lagi

Dina Rayanti - detikOto
Selasa, 23 Jun 2026 07:34 WIB
Subsidi Rp 7 juta per unit untuk pembelian sepeda motor listrik telah berlangsung selama 2024. Rencananya program itu akan diperpanjang pada 2025.
Ilustrasi motor listrik. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Insentif motor listrik ditunda lagi. Menko Perekonomian Airlangga menyebut insentif itu ditunda sebulan.

Janji pemerintah memberikan insentif untuk kendaraan listrik tahun ini belum terealisasi. Terbaru, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap, pemberian insentif itu masih dikaji pemerintah. Rencananya, program insentif akan berjalan mulai Agustus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masih dikaji lagi, iya ditunda lagi, sementara dikaji dulu. (Alasan ditunda) masih terus dikaji," kata Airlangga dikutip detikFinance.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat mengungkap pemerintah akan memberikan insentif motor listrik. Besarannya Rp 5 juta, atau lebih kecil dibandingkan subsidi motor listrik yang diberikan pemerintah pada tahun 2024 yakni sebesar Rp 7 juta. Setidaknya bakal ada 100.000 unit motor listrik yang mendapat jatah insentif tersebut.

ADVERTISEMENT

"100.000 pertama kita kasih, berapa subsidi ya? Rp 5 juta. Kalau habis kita kasih lagi, kalau habis kita kasih lagi," ujar Purbaya pada awal Mei 2026.

Industri motor listrik dalam negeri memang masih membutuhkan insentif. Sebagai catatan, angka penjualan sepeda motor listrik 2025 mengalami penurunan 28,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Biang keroknya gara-gara ketidakjelasan subsidi motor listrik. Tahun lalu, pemerintah sempat menjanjikan pemberian insentif motor listrik. Namun, hingga akhir tahun 2025 tak ada insentif yang diberikan.

Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Sistem Registrasi Uji Tipe (SRUT) mencatat, penjualan motor listrik tahun 2025 hanya mencapai 55.059 unit, turun dari tahun 2024 yang mencapai 77.078 unit. Angka penjualan 55 ribu unit pada 2025 masih menunjukkan minat masyarakat terhadap motor listrik belum hilang. Data tersebut mencakup seluruh merek motor listrik yang beredar di Indonesia, termasuk merek-merek besar.

Meski tahun 2025 tak ada insentif, sejumlah produsen motor listrik di Indonesia bisa menyiasatinya dengan sistem sewa baterai yang membuat harga OTR motor listrik terlihat kompetitif.

Saksikan Live DetikPagi:




(dry/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads