Lelang Barang Rampasan, Ini Harga Harley sampai Ferrari yang Dipamerkan di CFD

Lelang Barang Rampasan, Ini Harga Harley sampai Ferrari yang Dipamerkan di CFD

Ridwan Arifin - detikOto
Minggu, 10 Mei 2026 13:24 WIB
Kejagung lelang Ferrari hingga tas mewah di CFD Sudirman Jakarta
Lelang barang rampasan di CFD Foto: Taufiq Syarifudin/detikcom
Jakarta -

Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung RI menggelar lelang sejumlah barang rampasan negara di car free day (CFD) Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (10/5/2026). Ferrari Pista hingga Ducati Superleggera dipamerkan dalam acara tersebut. Berapa ya, harganya?

Ferrari 488 Pista, ini merupakan aset yang diambil dari terpidana Suryani berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 7213 K/Pid.Sus/2025 tanggal 17 Juli 2025.

Lelang Ferrari merah ini sudah dilakukan sejak 8 Mei 2026. Masa penawaran berakhir pada 27 Mei 2026. Mobil ini punya nilai limit alias harga terendah lelang senilai Rp 6.595.215.000 (Rp 6,5 miliaran). Bagi yang tertarik meminangnya perlu menyiapkan uang jaminan lelang sebesar Rp 1.320.000.000 (Rp 1,3 miliaran).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk sepeda motor gede, ada Harley Davidson Road Glide yang diambil dari terpidana Rajo Emirsyah. Motor ini punya nilai limit Rp 87.445.700 (Rp 87 jutaan). Sementara uang jaminan yang harus disetorkan Rp 10 juta. Perlu diketahui motor ini sudah dilelang sejak 7 Mei 2026, lalu akan berakhir pada 19 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

Motor gede lain yang turut dipamerkan ialah bekas milik Doni Salmanan, yakni Ducati Superleggera V4 tahun 2021. Motor ini punya nilai limit Rp 1.473.959.000 dengan uang jaminan Rp 736.979.500 (Rp 736 jutaan).

Seluruh kendaraan mewah itu bisa dilihat langsung oleh warga yang beraktivitas di CFD Sudirman. Warga dapat mengecek langsung harga dan mengikuti cara membuka akun lelang di tempat.

Kepala BPA Kejagung RI, Kuntadi, mengatakan acara pameran di CFD ini sekaligus sosialisasi tentang cara lelang. Kemudian, acara ini juga menjadi tempat mengukur integritas BPA.

"Acara ini kami adakan untuk lebih membuka diri, untuk lebih mengukur integritas kita, untuk lebih mempercepat proses penjualan dalam rangka untuk pemulihan kerugian negara, dalam rangka untuk pemulihan kerugian masyarakat sebagai korban dari tindak pidana," kata Kuntadi di lokasi.




(riar/mhg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads