Begini Kata Taksi Green SM soal Kecelakaan Kereta di Bekasi

Begini Kata Taksi Green SM soal Kecelakaan Kereta di Bekasi

Dina Rayanti - detikOto
Selasa, 28 Apr 2026 15:11 WIB
Warga mengamati taksi listrik Green SM  yang rusak pascakecelakaan dengan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengerahkan tim investigasi
Taksi listrik Green SM tertemper kereta di Bekasi. Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Jakarta -

Perusahaan taksi Green SM mengungkap saat ini insiden armadanya tertemper kereta di Bekasi masih dalam tahap investigasi. Berikut pernyataan lengkapnya.

Penyebab kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur masih terus didalami. Kementerian Perhubungan juga sudah memanggil perusahaan taksi asal Vietnam Green SM untuk dimintai keterangannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

[Gambas:Instagram]

ADVERTISEMENT

"Mudah-mudahan kalau jadi hari ini harusnya," ucap Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi dikutip detikFinance.

Untuk diketahui, kecelakaan itu bermula saat taksi listrik Green SM berada di tengah rel dan tertemper kereta commuter line. Akibat insiden itu, perjalanan KRL di belakangnya pun terhambat dan berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Nahas, kereta yang tengah berhenti itu dihantam kereta Argo Bromo Anggrek. Diduga insiden temper yang melibatkan taksi Green SM dan kereta jadi pemicu sistem perkeretaapian jadi terganggu.

"Kejadian ini di jam 9 kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau, di JPL 85. Ini yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di daerah emplasemen Stasiun Bekasi Timur ini agak terganggu, sementara itu kronologinya," ujar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin.

Terbaru, Green SM dalam akun Instagramnya menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyebut proses investigasi masih terus berlangsung.

"Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi," tulis Green SM.

"Keselamatan dan transparansi tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar operasional yang ketat guna mendukung keselamatan pengemudi, penumpang, dan masyarakat," demikian pernyataan Green SM.

Akibat insiden itu, data terbaru menunjukkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 15 orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban yang meninggal dunia dilaporkan berjenis kelamin perempuan.




(dry/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads