Kenapa China Rajin Membangun Kereta Cepat?

ADVERTISEMENT

Kenapa China Rajin Membangun Kereta Cepat?

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 30 Nov 2022 06:13 WIB
EMU Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Ilustrasi kereta cepat. Foto: Dok. Kereta Cepat Indonesia China (KCIC)
Jakarta -

China merupakan negara pemilik jalur kereta cepat terpanjang di dunia. Industri transportasi umum negeri Tirai Bambu itu memang bertumpu pada jalur darat berbasis rel. Tentu ada alasan mengapa China memilih mengembangkan kereta cepat secara masif dibanding transportasi-transportasi lainnya.

Dikutip dari CNBC Indonesia, China pertama kali memulai proyek kereta cepat pada 2008. Di negeri berpenduduk 1,4 miliar tersebut, kereta cepat menjelma menjadi transportasi yang efisien dan disukai banyak orang.

Hingga 2021, China tercatat memiliki jalur kereta cepat hingga 37.900 km. Pada tahun 2030, China menargetkan menambah panjang jalur kereta cepat tersebut, sehingga menjadi 70.000 km.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengatakan, negara China dengan luas daratan hingga 9,3 juta kilometer persegi perlu membangun jaringan transportasi darat berbasis rel secara masif. Bukan bertumpu pada transportasi udara, maupun jalan tol.

"Belajar dari China dengan daratan (continental) yang cukup luas, salah satu tulang punggung transportasi sebagai penggerak ekonomi mereka adalah konektivitas melalui kereta cepat, bukan jalan tol atau pesawat terbang," kata Djoko yang juga menjabat Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).

"Setelah kereta cepat di China berjalan, mereka pindahkan transportasi barang pakai kereta konvensional, sehingga jalur transportasi barang dan orang benar-benar terpisah, dan frekuensi logistik bisa tinggi dan bersaing," sambung Djoko.

Djoko mengatakan China memiliki kekuatan di teknologi (riset and development) dan manajemen logistik yang terencana dan dapat diimplementasi atau dieksekusi dengan baik.

Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, China juga mengekspor teknologi kereta cepatnya ke berbagai negara di Asia, seperti Laos dan Indonesia. China membuat jalur dan layanan kereta cepat yang menghubungkan kota Kunming di China dengan ibu kota Laos, Vientiane.

Sementara di Indonesia, China membangun kereta cepat Jakarta-Bandung dengan jalur sepanjang 143,2 km. Nantinya, kecepatan kereta cepat Jakarta-Bandung selama operasional bisa mencapai jarak 350 km/jam. Ditempuh selama 36-45 menit.



Simak Video "Sudah Dikirim, Kapan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mulai Beroperasi?"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT