Pemerintah Cek Kualitas Pertalite yang Disebut Boros, Ternyata Ini Hasilnya

ADVERTISEMENT

Pemerintah Cek Kualitas Pertalite yang Disebut Boros, Ternyata Ini Hasilnya

Dina Rayanti - detikOto
Sabtu, 08 Okt 2022 08:05 WIB
PT Pertamina (Persero) sudah siap untuk menjual produk bensin terbarunya yakni Pertalite. Bensin RON 90 ini akan dijual pertamakali di SPBU Coco, Abdul Muis, Jakarta pada Jumat (24/7/2015) mendatang. Petugas beraktivitas di SPBU Coco, Abdul Muis, Jakarta, Selasa (21/7/2015). Pada Jumat (24/7/2015) mendatang, SPBU ini siap menjual Pertalite RON 90.  Hasan Al Habshy/detikcom.
Pertalite belakangan dikabarkan boros dan cepat menguap setelah naik harga. Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta -

Pemerintah telah meminta Lemigas untuk melakukan pengujian terhadap BBM jenis Pertalite untuk memastikan mutu dan kualitasnya masih sesuai dengan standar BBM RON 90 yang dijual di Tanah Air.

Sekadar mengingatkan, setelah harganya naik Rp 10.000 per liter Pertalite dihujani komentar miring yang menyebutnya cepat menguap sehingga lebih boros. Keluhan tersebut ramai disampaikan oleh sejumlah pengendara pengguna Pertalite di berbagai platform sosial media.

Untuk membuktikan, pemerintah kemudian meminta Lemigas untuk menguji spesifikasi Pertalite. Sebagai tahap awal, Lemigas kemudian mengambil sampel Pertalite di 6 SPBU di wilayah Jakarta yaitu SPBU Lenteng Agung, 2 SPBU di Taman Mini, SPBU Abdul Muis, SPBU di Sunter, dan SPBU di S.Parman.

Hasil uji PertaliteHasil uji Pertalite. Foto: Youtube BBPMGB Lemigas
Hasil uji PertaliteHasil uji Pertalite. Foto: Youtube BBPMGB Lemigas

Sampel yang diperoleh dari keenam SPBU tersebut kemudian diuji secara teknis terkait standar dan mutu Pertalite sesuai Keputusan Direktur Jenderal Migas No.0486.K/10/DJM.S.2017 tentang Standar dan Mutu BBM jenis bensin RON 90 yang dipasarkan di Dalam Negeri.

"Sampel BBM Pertalite tersebut kemudian diuji di Balai Besar Pengujian Migas Lemigas Direktorat Jenderal Migas dengan prosedur dan standar pengujian yang baku untuk 19 parameter uji," terang Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji dikutip laman Lemigas.

Adapun 19 parameter yang dimaksud adalah angka oktana, stabilitas oksidasi, kandungan sulfir, sulfur merkaptan, kandungan timbal, kandungan logam, kandungan oksigen, kandungan olefin, kandungan aromatik, kandungan benzene, distilasi, sedimen, unwashed gum, washed gum, tekanan uap, berat jenis pada 15 derajat celcius, korosi bilah tembaga, penampilan visual, dan warna.

Dari hasil pengujian tersebut, terlihat Pertalite di keenam SPBU memenuhi batasan mutu yang ditetapkan. Misalnya angka oktan di SPBU Abdul Muis 90,5, di Sunter 90,1, di S.Parman 90,2. Warnanya pun sama yakni hijau dengan penampilan jernih dan terang. Kandungan sulfur pun masih di bawah ambang batas maksimal yang ditetapkan.

"Dengan ini tidak terindikasi adanya batasan mutu off-spec. Semuanya on-spec," tegas Tutuka.

Artinya dari hasil pengujian, Pertalite di keenam SPBU tersebut masih sesuai standar dan mutu yang ditetapkan. Ini juga sekaligus menepis anggapan yang menyebut Pertalite lebih cepat menguap dan boros. Meski demikian, Tutuka menegaskan bahwa pemerintah akan lebih intensif melakukan pengawasan untuk mendapatkan kepastian mutu BBM yang dijual di dalam negeri.

Tonton juga, Sudut Pandang: Di Balik Tewasnya 131 Aremania

[Gambas:Video 20detik]



(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT