ADVERTISEMENT

Susah Move On, Banyak Orang Tetap Naik Ojol Meski Tarif Naik

Tim detikcom - detikOto
Senin, 12 Sep 2022 11:07 WIB
Driver ojol di Bogor (M Sholihin/detikcom)
Dalam sebuah survei ditemukan 29,1% responden tetap naik ojol meski tarifnya naik. Foto: Driver ojol di Bogor (M Sholihin/detikcom)
Jakarta -

Meski tarif ojol naik, publik tidak serta merta meninggalkannya. Dari sebuah survey yang dilakukan, banyak orang memutuskan bertahan naik ojol meski harga sudah naik.

Dalam hasil survei yang dilakukan Polling Institute terhadap 1,220 responden warga berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah dan merupakan pengguna ojek online yang pernah berpergian minimal satu hari dalam seminggu terakhir, 29,1% pengguna ojol akan tetap menggunakan layanan transportasi berbasis online tersebut meski tarifnya terkerek.

Dikutip antaranews, Senin (12/9/2022), Direktur Eksekutif Polling Institute Kennedy Muslim memaparkan bahwa pilihan konsumen untuk tetap menggunakan ojek online menjadi opsi utama. Kemudian opsi yang kedua adalah beralih menggunakan motor pribadi. Sebanyak 26,6% responden memilih opsi kedua ini.

"Opsi untuk tetap menggunakan ojol sebagaimana biasanya itu memang tertinggi, ada 29,1%. Ini menunjukkan bahwa betapa tergantungnya masyarakat urban dengan transportasi ojek online," kata Kennedy.

Sedangkan 14% responden memilih opsi ketiga yakni kombinasi tetap menggunakan ojol dan motor pribadi. Selanjutnya ada 5,3% menggunakan motor sendiri/angkutan umum, atau 5,3% menggunakan angkutan umum.

"Memang kita melihat mereka yang beralih ke angkutan umum masih sangat kecil, rata-rata di bawah 6%," tambah Kennedy.

Di lain sisi, Kennedy mengungkap adanya kenaikan tarif ojol justru mengancam mitra ojol itu sendiri. Dengan kenaikan tarif sebesar Rp 2.000 per perjalanan misalnya, 25% pengguna ojol memilih mundur dan beralih menggunakan moda transportasi lain.

Kemudian jika kenaikan tarif mencapai Rp 4.000 per perjalanan, kemungkinan akan ada 72% pengguna yang berhenti menggunakan jasa ojek online.

"Mayoritas cenderung menitikberatkan pada volume order yang tidak berkurang tanpa ada kenaikan tarif, 53,1%. Atau bahkan cukup besar kalangan mitra yang lebih menginginkan tarif diturunkan agar order lebih banyak, 21,1%," jelasnya lagi.

Namun demikian, dengan adanya kenaikan harga BBM baru-baru ini bisa jadi faktor peredam pergeseran pengguna ojol ke moda transportasi lain. Terlebih untuk beralih ke kendaraan pribadi.

"Ini akan menjadi pertimbangan serius bagi pengguna, terutama kelompok-kelompok yang lebih cenderung tetap menggunakan ojol meski mengalami kenaikan tarif (secara umum kelompok ini ada sekitar 29%), yaitu kelompok perempuan usia 31 tahun ke atas, pendapatan semakin tinggi, dan terutama yang semakin intens dalam penggunaan ojol" pungkas Kennedy.



Simak Video "Besok Tarif Ojol Naik, Ini Daftar Tarif Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT