ADVERTISEMENT

Penumpang Bus Wajib Tahu! Ini 4 Alat dan Fitur yang Bisa Dipakai saat Darurat

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 06 Jul 2022 20:17 WIB
Pemudik bersiap menaiki bus di Terminal Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (23/4/2022). H-10 Lebaran pemudik mulai ramai di Terminal Bekasi. Saat ini didominasi oleh pemudik tujuan pulau Sumatera. Warga melakukan mudik lebih awal ke sejumlah kota tujuan di Jawa dan Sumatera untuk menghindari kemacetan dan penumpukkan penumpang saat puncak arus mudik yang diprediksi akan terjadi tanggal 28 April hingga 1 Mei mendatang.
Bus umum yang beroperasi di Indonesia wajib memiliki pemecah kaca, alat pemadam kebakaran, dan pintu darurat.Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Bus umum yang ada di Indonesia kini wajib memenuhi standar keselamatan yang dibuat pemerintah. Setidaknya ada empat alat dan fitur yang bisa dipakai oleh penumpang ketika mengalami situasi darurat dan harus segera keluar dari bus secara cepat.

Standar keselamatan pada transportasi darat, khususnya bus, sebenarnya sudah termuat dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 10 tahun 2012 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Massal Berbasis Jalan.

Pada lampiran I nomor 2 disebutkan: Fasilitas penyelamatan darurat dalam bahaya, dipasang di tempat yang mudah dicapai dilengkapi dengan keterangan tata cara penggunaan berbentuk stiker, dan paling sedikit meliputi:

a. palu pemecah kaca;

b. tabung pemadam kebakaran; dan

c. tombol pembuka pintu otomatis.

Dikatakan Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan, secara umum bus-bus yang beroperasi di Indonesia setidaknya harus memiliki empat alat dan fitur keselamatan di bus.

"Pintu darurat (sebelah kanan), pemecah kaca, APAR (Alat Pemadam Api Ringan), dan juga emergency exit di bagian atas (atau atap) dengan ukuran yang tertentu," kata pria yang akrab disapa Sani dihubungi detikOto, Rabu (6/7/2022).

Meski alat dan fitur keselamatan di bus umum saat ini cukup memadai, menurut Sani hal itu tak serta merta bisa menjamin keselamatan para penumpang. Sebab banyak penumpang yang tidak siap mengoperasikan alat-alat dan fitur tersebut. Jadi juga diperlukan edukasi kepada para konsumen.

"(Jadi begini) mau alatnya lengkap, tapi kalau edukasinya tidak tepat, penumpang yang di dalam situ tidak siap, akhirnya mereka juga nggak bisa ngapa-ngapain," bilang Sani.

"Misal palu pemecah kaca untuk memecahkan kaca saat evakuasi, kalau mereka harus lompat dari bus melalui kaca, itu kan cukup tinggi. Apakah berani loncat begitu saja? Edukasi sangat perlu untuk masyarakat, jadi saat ada situasi emergency, hal pertama yang harus dilakukan adalah tenang dan jangan panik. Karena misal alatnya lengkap, tapi penumpang sudah keburu panik, alat-alat itu jadi nggak berguna. Jadi kembali lagi, edukasi itu sangat penting," jelas Sani.



Simak Video "Respons Sandiaga Uno atas Maraknya Kecelakaan Bus Pariwisata"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT