Beberapa Produsen Kembangkan dan Uji Ban Tanpa Angin, TNI Juga Sudah Punya

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 27 Jul 2021 12:46 WIB
Teknologi ban tanpa udara yang dikembangkan oleh TNI AD
Foto: Dok. Poltekad Kodiklat TNI AD. Teknologi ban tanpa udara yang dikembangkan oleh TNI AD
Jakarta -

Goodyear telah menguji coba ban non-pneumatik (NPT) atau ban tanpa angin. Ban tanpa angin Goodyear mulai diuji coba untuk mobil otonom di lingkungan kota.

Ban tanpa angin diuji coba dalam program Ultimate Urban Circulator (U2C) yang dioperasikan oleh Jacksonville Transportation Authority (JTA).

Ban tanpa angin akan dipasang pada shuttle otonom Olli yang memuat delapan orang dari Local Motors untuk penggunaan di lapangan. Sebelumnya, Goodyear telah bekerja sama dengan Local Motors dalam mengembangkan teknologi ini selama tiga tahun terakhir, dengan beberapa target kinerja seperti beban, kecepatan, dan daya tahan tercapai.

Ban tanpa angin bukan hanya dikembangkan oleh Goodyear. Beberapa pabrikan ban telah menampilkan produk ban tanpa angin, meski baru dalam bentuk konsep.

Ban tanpa udara BridgestoneBan tanpa udara Bridgestone untuk motor. Foto: Bridgestone

Beberapa waktu lalu, produsen ban Jepang, Bridgestone, memamerkan ban unik tersebut yang lebih dekat ke versi produksi. Ban tanpa udara atau Air Free Concept memiliki struktur unik. Orang tidak perlu lagi mengisi angin ke ban. Struktur palang ban terbuat dari resin termoplastik dan seluruh material di ban bisa didaur ulang. Bridgestone pun mengklaim ban tanpa udara mereka bisa berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon dioksida. Bridgestone juga akan memperkenalkan ban motor tanpa angin. Ban tanpa angin untuk motor itu terbuat dari termoplastik daur ulang, didesain menjadi satu struktur layaknya jaring yang menopang bobot kendaraan.

Bahkan, di Indonesia juga sudah ada lho ban tanpa angin. Itu digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk kendaraan tempur.

TNI AD (Angkatan Darat) mengembangkan teknologi ban tanpa angin. Ban yang dibuat oleh Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) ini diklaim tidak bisa bocor dan pecah.

Dijelaskan Perwira Teknis 2 Poltekad, Letda Arm Farid Hendro, pengembangan teknologi ban tanpa angin sangat dibutuhkan oleh militer, khususnya matra darat.

Teknologi ban tanpa udara yang dikembangkan oleh TNI ADTeknologi ban tanpa udara yang dikembangkan oleh TNI AD Foto: Dok. Poltekad Kodiklat TNI AD

"Pada saat ini mobilitas atau mobilisasi prajurit, khususnya di TNI Angkatan Darat sekarang rata-rata sudah menggunakan kendaraan. Dihadapkan pada kelemahan yang dipunyai ban yang menggunakan angin, itu akan sangat mengganggu mobilitas daripada prajurit yang mengawakinya," kata Farid, dalam tayangan video yang diunggah di kanal YouTube TNI AD.

"Sehingga kami mempunyai ide untuk membuat sebuah ban yang nantinya pada saat digunakan itu tidak bisa bocor, tidak bisa pecah, sehingga pada saat digunakan di medan pertempuran, walaupun itu kena tembakan musuh, masih tetap bisa digunakan," sambungnya.

Ban tanpa angin ini telah mengalami sejumlah uji coba, dan dinyatakan kebal paku dan peluru.

"Sudah dilakukan pengetesan terhadap paku, tembakan, dan juga jalan berbatu," bilang Komandan Poltekad Kodiklat TNI AD, Brigjen TNI Nugraha Gumilar, melalui sambungan telepon, beberapa waktu lalu.



Simak Video "Simak 5 Penyebab Ban Sering Kempis Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)