Mengenal Istilah Bus Ngeblong yang Populer di Era Jalur Pantura

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 02 Jul 2021 10:45 WIB
Jalur Pantura masih sepi pemudik
Ilustrasi jalur Pantura (Pantai Utara Jawa). Foto: Okta Marfianto
Jakarta -

Jauh sebelum tol Trans Jawa dioperasikan, jalur non tol Pantura (Pantai Utara Jawa) merupakan akses utama yang diandalkan warga jika ingin mudik atau pergi ke kota-kota di Jawa Tengah atau Jawa Timur. Nah di era ini cukup familiar yang namanya istilah bus ngeblong. Apa maksud salah satu istilah di dunia bus itu?

Ketua Umum BisMania Community, Zaenal Arifin, menyebutkan bahwa bus ngeblong merujuk pada perilaku pengemudi bus yang menerobos sisi kanan jalan atau sisi kiri jalan ketika menemui hambatan di lajur yang sedang dilalui.

"Ngeblong itu pas bus kena situasi macet atau jalan padat merayap, terus dia nyalip sebelah kanan atau kiri. Itu yang dinamakan ngeblong," kata Zaenal, kepada detikOto melalui sambungan telepon, belum lama ini.

Kebiasaan seperti ini umumnya dilakukan pengemudi bus ketika terjebak kemacetan panjang. Karena alasan kejar setoran, biasanya mereka menerobos bagian kanan jalan atau melawan arus. Selain itu, ada juga yang melewati bahu jalan di sisi lajur kiri. Perilaku tersebut tentunya sangat berbahaya, karena bisa mengancam keselamatan penumpang dalam bus atau pengguna jalan lain di sekitarnya.

Namun untuk saat ini, menurut Zaenal bus ngeblong merupakan cerita lama. Sebab sudah sangat jarang yang melakukannya. Bus-bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) saat ini mayoritas sudah menggunakan jalur tol Trans Jawa, yang lebih efisien. Walhasil, traffic di jalur Pantura pun sudah tidak terlalu padat, terutama di hari-hari libur besar.

"Dulu pas zaman Pantura itu (bus ngeblong) sekarang mah sudah jarang. Karena kan sudah lewat tol Trans Jawa semua," tukas Zaenal.

(lua/din)