Tren Bus AKAP Double Decker, Bus Wisata Mau Ikutan Juga?

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Jumat, 25 Jun 2021 11:34 WIB
Jakarta -

Maraknya perusahaan bus yang menggunakan bus double decker memberikan beragam pilihan bagi para penumpang. Namun, bus double decker ini cenderung banyak digunakan oleh perusahaan bus AKAP. Sementara bus pariwisata, masih belum terlalu banyak yang menggunakannya.

Salah satu perusahaan bus pariwisata, White Horse, mengatakan bahwa pemilihan tipe atau jenis bus sejatinya perlu didasari oleh kebutuhan. Menurut mereka, saat ini beberapa perusahaan bus pariwisata menggunakan jasa bus double decker dan White Horse juga bukan tidak mungkin bergerak ke arah sana.

"Kalau kita asal bikin (bus double decker) ya bisa. Cuma kita harus lihat bagaimana kebutuhannya dan jalanan yang akan dilaluinya," papar Romy Firmangustri, Direktur Operasional White Horse Group kepada detikOto.

Menurutnya, untuk saat ini penggunaan bus double decker untuk bus pariwisata itu sedikit menyulitkan. Karena menurutnya, tidak sedikit penumpang yang meminta untuk melewati jalur-jalur yang tidak bagus.

"Ada juga bus pariwisata yang bikin double decker, cuma menurut kami untuk dibawa ke rute tertentu sedikit susah," papar Romy.

"Kemarin kita bawa bus luxury, cuma ketemu jalan yang dilalui sangat sempit. Tapi namanya permintaan tamu, kita akan usahakan. Nah kebayang kalau kita bawa bus double decker," lanjutnya.

"Pastinya sebelum jalan dan memastikan bisa untuk dilalui, kita pasti akan survey dulu. Kita tanya dulu sama supir, kita cari informasi tentang objek tujuannya, cari informasi ke hotelnya dan pastinya kita survey," ujarnya menanggapi penggunaan bus double decker untuk jalan yang kurang bagus.

Menurut Romy, penggunaan bus double decker seperti ini memang lebih cocok untuk bus AKAP yang sudah jelas rutenya dan beroperasional lebih sering.

Bus tingkat Laksana Legacy SR2 Double DeckerBus tingkat Laksana Legacy SR2 Double Decker Foto: Laksana

"Nah kalau double decker itu, untuk wisata memang agak sulit. Karena harga (pembuatan) agak mahal dan kita mau menjual (menyewakan) berapa. Bus ini lebih banyak dipakai reguler, seperti bis AKAP. Karena mereka jalan setiap hari tuh, sementara kita belum tentu setiap hari jalan," ujar Romy.

Namun, Romy optimis penggunaan bus double decker bukan tidak mungkin White Horse lakukan. Menurutnya, apalagi karena sekarang jalan tol sudah semakin panjang dan rute yang dapat dilalui oleh bus double decker ini lebih banyak.

"Tapi bukan tidak mungkin kita akan kesana. Pasti ngeliat sekarang udah ada tol dimana-mana dan kalau ada permintaan dan hitung-hitungan secara bisnisnya baik, pasti kita akan menuju sana (operasikan bus double decker)," tutup Romy.

(mhg/din)