Sandiaga Uno: 2030 Seluruh Kendaraan di Bali Bakal Pakai Tenaga Listrik

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 19 Apr 2021 15:22 WIB
Mobil LIstrik di Bali
Ilustrasi mobil listrik di Bali Foto: Dok. Toyota
Jakarta -

Menparekraf Sandiaga Uno berharap kendaraan listrik sepenuhnya bakal melenggang di Bali pada 2030. Sandiaga berkomitmen agar destinasi wisata prioritas mengedepankan kendaraan ramah lingkungan.

"Waktu kemarin di Magelang menggunakan motor listrik, Mandalika ada brand lokal ngebuts, itu UTS (Universitas Teknologi Sumbawa), dan kita sekarang minta dukungan Toyota Indonesia, kebetulan kita akan undang yang lain juga, kita akan instal kendaraan listrik dan juga tempat yang bisa digunakan untuk charging, charging unitnya di 5 destinasi prioritas," ungkap Sandiaga Uno dalam talkshow di gelaran IIMS Hybrid 2021, temanya Bangkitkan Pariwisata Indonesia Melalui Wisata Berkendara yang Aman, Tertib, Sehat dan Menyenangkan, Minggu (18/4).

Lima destinasi wisata super prioritas yang bakal difasilitasi untuk kendaraan listrik ialah Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

"Jadi nanti mengemas pariwisata kita, pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan melalui komitmen. Misalnya saya sudah mendeklarasikan kemarin, pada 2030 Bali akan all electric vehicle, itu harapan saya," sambung dia.

Ia berharap dengan hadirnya mobil listrik pada destinasi wisata di Indonesia, khususnya Bali, pariwisata ramah lingkungan dan berkelanjutan akan tercipta. Tetapi prosesnya tak berjalan sendiri, demi tercapainya gerakan seluruh kendaraan listrik pada 2030, ia bakal menggandeng Kemenko Maritim dan Investasi, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Perindustrian.

Pemerintah sudah mengeluarkan aturan untuk mempercepat pembuatan ekosistem kendaraan elektrifikasi, yakni Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 yang diteken Presiden Jokowi. Selain itu Kemenperin juga sudah menerbitkan peta jalan perkembangan masa depan industri otomotif dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020 dan kebijakan terkait perakitan kendaraan elektrifikasi dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 28 Tahun 2020.

"Kita punya satu tujuan, sesuai arahan presiden Jokowi, kita harus menjadi leader di race to electric car dan electric mobility, 10 sampai 20 tahun ke depan, itu komitmen kita," kata Sandiaga.

"Jadi kalau kita bicara 2021, 9 tahun lagi destinasi-destinasi prioritas yang kita miliki, mulai dari Bali, Jogja, Semarang, Borobudur, Danau Toba, Labuan Bajo, mandalika dan likupang, kalau semua kita sepakat, bukan mustahil 2030 destinasi-destinasi itu akan full electric vehicle," tuturnya.

"Ini satu semangat yang menurut saya hari ini kita sampaikan, dan semoga mendapat sambutan, bukan hanya dari pemerintah tapi dari semua lapisan masyarakat dengan semua sinergi bergerak kita wujudkan destinasi yang berkualitas dan ramah lingkungan," jelas Sandiaga.

Perlu langkah berani

Pemerintah sendiri sudah mengeluarkan aturan untuk mempercepat pembuatan ekosistem kendaraan elektrifikasi, yakni Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019. Selain itu Kemenperin juga sudah menerbitkan peta jalan perkembangan masa depan industri otomotif dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020 dan kebijakan terkait perakitan kendaraan elektrifikasi dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 28 Tahun 2020.

"Kalau cuma bicara mengenai pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan tanpa ada yang kongkrit, yang bisa dipegang seperti misalnya keputusan berani mendeklar bahwa bali dan destinasi super prioritas lainnya 100 persen electric vehicle, kita tak akan bisa direalisasikan. Maka dari itu hari ini saya ingin sampaikan setelah melihat inustri otomotif mulai bergerak, saat nya kemenparekraf juga menangkap peluang itu," jelas Sandiaga.

Dimulai dari IIMS Hybrid, pameran otomotif pertama yang menerapkan Cleanliness, Health, Safety, dan Environment

Menparekraf menyebutkan bahwa pelaksanaan IIMS Hybrid 2021 ini merupakan event offline skala terbesar pertama yang diadakan ditengah pandemi dan dinilai cukup berhasil dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat dan berbasis pada CHSE. Menurutnya, penyelenggaraan IIMS Hybrid merupakan langkah strategis meningkatkan pariwisata Indonesia dengan mengkolaborasikan dunia otomotif secara menyeluruh serta menjadi awal dimulainya era pariwisata baru di Indonesia.

"Bapak presiden memberikan arahan agar ini bisa menjadi pembuka bagi event-event lain berskala internasional, nasional, regional maupun juga berskala lokal," ungkap Sandiaga Uno.

"Ini harapan kita agar event-event dapat terselenggara dengan tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," jelasnya.



Simak Video "Langgar Prokes Saat Libur Lebaran, Destinasi Wisata Akan Ditutup!"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)