Sssttt....Colong Start Mudik Tak Dilarang

Tim detikcom - detikOto
Rabu, 14 Apr 2021 18:49 WIB
Pemerintah memutuskan meniadakan mudik Lebaran tahun ini. Keputusan ini berimbas pada pelarangan operasi moda transportasi pada 6 hingga 17 Mei 2021.
Ilustrasi colong start mudik Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Larangan mudik berlaku pada 6 - 17 Mei 2021 mendatang. Namun di luar masa pelarangan mudik, diperkirakan banyak masyarakat akan colong start mudik.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan tidak melarang orang berpergian ke luar daerah selama masa larangan mudik belum berlaku. Hal itu diizinkan asal tetap mematuhi aturan yang berlaku pada Surat Edaran Satgas COVID-19. Mulai dari penerapan protokol kesehatan yang ketat hingga dokumen tes negatif COVID-19.

"Kita sudah jelas melarang mudik, meniadakan mudik 6 sampai 17 mei, ini adalah tanggal-tanggal yang sesuai juga pola-pola yang terjadi sebelumnya, ini biasanya pergerakan masyarakat mencapai peak-nya," ungkap Adita dalam program d'rooftop, Selasa (14/4/2021).

"Kalau kemudian ada anggota masyarakat yang memang ingin melakukan perjalanan di luar tanggal itu (6-17 Mei), kalau bicara ketentuan, kita kembali ketentuan yang sudah berlaku umum saat ini. Itu merujuk Surat Edaran Nomor 12 (tahun 2021) dari Satgas, tentang perjalanan orang dalam negeri antar kota," tambah dia.

"Seperti yang sekarang, kita lakukan dengan menunjukkan dokumen negatif covid, kita tunjukkan juga dengan protokol kesehatan yang ketat," sambungnya.

Adita mengatakan Kemenhub sudah mengimbau kepada para operator transportasi untuk tetap meningkatkan pengawasan protokol kesehatan selama masa larangan mudik belum berlaku. Hal ini dilakukan agar meminimalisir penyebaran virus Corona dari para pemudik yang curi start.

"Kami di Kemenhub sudah meminta kepada semua operator untuk memperketat pengawasan, karena kalau masker, hand sanitizer, rata-rata orang sudah otomatis lah sudah melakukan itu. Tapi bahwa kemudian antrean, kadang-kadang entah lupa, entah sengaja ya nggak bisa dikendalikan maksundya itu tidak bisa mengatur diri sendiri. Ini perlu ada petugas untuk melakukan pengawasan, dan mengendalikan kerumunan ini, supaya tidak ada efek penularan pada Covid ini," tambah Adita.

"Ketentuannya tetap seperti yang ada sekarang, dengan pengawasan yang lebih ketat, dan petugas yang diturunkan lebih banyak," jelasnya.

Pergerakan manusia yang meningkat sebelum pelarangan mudik juga diamini Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia Kurnia Lesani Adnan. Ada beragam faktor mulai dari tradisi hingga musim liburan anak sekolah.

"Jadi memang dari minggu lalu itu sudah terjadi pergerakan masyarakat," ungkap pria yang akrab disapa Sani.

Di sisi lain, dari pantauan detikcom, beberapa pemudik juga sudah mulai melintas di jalur utama Pantura Subang, Jawa Barat, Senin (12/4/2021). Para pemudik melintas dari arah Jakarta menuju Cirebon.

Sejumlah pengendara juga membawa barang bawaan khas pemudik. Mereka membawa barang bawaan di belakang dan depan motornya. Ketika ditanya alasan mudik lebih awal, mereka mengatakan untuk menghindari penyekatan yang dilakukan petugas di jalur mudik.

"Dari Tanjung Priok mau ke Tegal, saya bareng anak, istri dan teman tiga motor mau mudik," ujar Lukman yang diamini oleh istri dan temannya saat istirahat di SPBU di jalur Pantura Subang, Senin (12/04/2021).



Simak Video "Selama Larangan Mudik, Sekitar 8.000 Kendaraan di DIY Diputar Balik"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)