27 Juta Orang Kepingin Mudik Meski Dilarang, Polisi Pastikan Tak Ada yang Lolos

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 09 Apr 2021 13:14 WIB
Calon pemudik yang terjaring razia penyekatan berjalan menaiki bus yang akan membawa mereka ke Terminal Pulogebang, Jakarta, di Pintu Tol Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Calon pemudik yang terjaring razia penyekatan oleh Polda Metro Jaya tersebut dibawa ke terminal Pulogebang untuk kemudian diarahkan kembali menuju Jakarta. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.
Ilustrasi proses penyekatan larangan mudik. Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Jakarta -

Survey yang dilakukan Kemenhub pada Maret 2021 menyatakan ada sekitar 27,6 juta orang yang memilih tetap mudik meskipun ada larangan mudik lebaran 2021. Kakorlantas Irjen Pol Istiono memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang bisa lolos dari aturan ini.

Pemerintah kembali melakukan pelarangan mudik tahun ini. Kementerian Perhubungan mengumumkan seluruh moda transportasi dilarang beroperasi selama masa mudik Idul Fitri 2021. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri.

"Kemenhub telah menerbitkan Peraturan Menhub No PM 13 tahun 2021 tentang pengendalian transportasi selama Idul Fitri 1442 H dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19," kata Juru Bicara Kemenhub Aditia Irawati dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Sekretaris Negara, Kamis (8/4/2021).

Adita mengatakan, Permenhub 13 Tahun 2021 diterbitkan dalam rangka menindaklanjuti hasil rapat tingkat menteri dan dalam sidang kabinet paripurna yang telah menetapkan kebijakan peniadaan mudik idul fitri tahun 2021, serta terbitnya SE Satgas nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Idul Fitri dan Upaya Pengendalian Covid-19 Selama Bulan Ramadhan.

Selain itu, Adita mengungkapkan, Kemenhub melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) pada Maret 2021 juga telah melaksanakan survey kepada masyarakat terhadap animo masyarakat untuk melakukan mudik. Hasil survey itu menunjukan ada 11% responden atau sekitar 27,6 juta orang yang memilih tetap mudik meskipun ada pelarangan mudik.

"Padahal seperti yang sudah disampaikan oleh Satgas Penanganan COVID-19, mobilitas secara masif seperti yang terjadi beberapa kali pada saat libur panjang di akhir minggu dan juga pada masa mudik 2020 berdampak pada lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia," ucap Adita.

Pihak Kepolisian sebagai salah satu pengawas larangan mudik lebaran 2021 sudah menyiapkan sekitar 333 titik penyekatan. Jumlah titik penyekatan tersebut dirasa sudah cukup untuk 'mengubur' niat masyarakat yang masih nekat mudik tahun ini.

"Saya pastikan tidak akan ada (masyarakat) yang lolos, karena kami bangun 333 titik, evaluasi dari mudik tahun lalu. Tahun lalu kami bangun 146 titik," kata Istiono, dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Sekretaris Negara, Kamis (8/4/2021).

"Kami sudah koordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan langkah penyekatan secara menyeluruh, baik penyekatan di perbatasan antar provinsi atau kabupaten antar kabupaten. Semua kami lakukan penyekatan, termasuk travel gelap saya pastikan akan ditindak tegas," sambung Istiono.

Sebagai informasi, larangan mudik dimulai pada tanggal 6 Mei hingga tanggal 17 Mei 2021. Selama periode itu akan dilakukan pengendalian transportasi melalui larangan penggunaan atau pengoperasian saran transportasi untuk semua moda transportasi, yaitu moda darat, laut, udara, dan perkeretaapian.



Simak Video "Menhub Setop Penerbangan Charter Selama Pelarangan Mudik"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)