Pilih Mobil Listrik Jadi Kendaraan Dinas, Ridwan Kamil: Enggak Mahal dan Hemat

Yudha Maulana - detikOto
Rabu, 30 Des 2020 16:30 WIB
Jakarta -

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) secara resmi akan mengalihkan kendaraan dinas ke mobil listrik Hyundai. Sebagai awalan Pemprov Jabar resmi membeli 2 unit IONIQ Electric dan 1 unit KONA Electric. Salah satunya akan dipakai Gubernur Ridwan Kamil.

Mobil listrik tersebut akan digunakan oleh Ridwan Kamil sebagai kendaraan dinas. Sementara dua unit kendaraan listrik lainnya masing-masing diperuntukan bagi Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul dan satu unit mobil patwal berwarna putih.

Diakui Ridwan Kamil, mobil listrik Hyundai merupakan kendaraan dinas pertama dia. Selama ini dia tidak punya mobil dinas.

"Memang selama ini saya juga tidak punya mobil dinas sebenarnya, jadi pas ada kesempatan sesuai haknya kami beli yang murah dan ramah lingkungan. Kita pesan tiga unit, satu saya, pak wagub yang juga tidak punya kendaraan dinas dan satu mobil polisi," tutur pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Lalu apa alasan Kang Emil memilih mobil listrik jadi kendaraan dinasnya?

"Ya kalau versi ke biaya. Jadi penghematannya bisa seperlimanya," kata dia.

Soal kapasitas listrik dan jarak tempuh, Kang Emil membandingkan untuk jarak 300 kilometer, mobil berbahan bakar bensin menghabiskan kurang lebih Rp 300 ribu. Sedangkan, untuk mobil listrik ini hanya sekitar Rp 50 ribu.

Yang kedua soal harga. Hyundai IONIQ dan Hyundai Kona yang dijadikan kendaraan dinas Pemprov Jawa Barat masuk kategori mobil listrik murah di Indonesia. Kisaran harganya berada di angka Rp 600-an juta.

Berbeda jauh dengan mobil listrik Tesla atau BMW yang harganya di atas Rp 1 miliar.

"Yang kedua, kenapa merk ini karena di pasaran tidak tersedia yang lain kecuali Hyundai yang harganya relatif lebih murah. Ada Tesla tapi harganya mahal sekali. Jadi untuk mobil yang tidak mahal, untuk ukuran mobil dinas saya kira memadai," katanya.

"Ini kan Rp 600 jutaan kalau tidak salah. Saya kira mobil gubernur yang harganya sangat terjangkau ya ini ditambah pesannya sudah saatnya Jawa Barat beralih.

"Dan kami provinsi pertama di Indonesia yang secara resmi mengalihkan kebijakan kendaraan konvensional ke ke kendaraan listrik. Jadi tidak hanya mobil kita cari juga buat motor produk lokal itu bisa kita jadikan budaya baru," ucapnya menambahkan.

Meski stasiun pengisian daya mobil listrik belum banyak ditemukan, hal itu tak menjadi halangan baginya untuk menggunakan mobil listrik.

"Bisa nyolok di rumah tidak ada masalah. Tinggal di jalan nyari atau nebeng di kantor orang," seloroh dia.

(yum/din)